DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Model Prediksi Kualitas Udara Menggunakan Long Short Term Memory (LSTM) Berdasarkan Data Polusi Udara dan Cuaca | |
| PENGARANG | : | PUTRI BRAUFILIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-25 |
Kualitas udara merupakan faktor penting yang berdampak langsung
terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Kualitas udara yang buruk dapat
berdampak negative pada ekosistem dan iklim. Oleh karena itu, penting untuk
memprediksi dan memantau kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk
membangun model prediksi kualitas udara dengan menggunakan algoritma Long
Short-Term Memory (LSTM) berdasarkan data polusi udara dan cuaca dari periode
Januari 2021 hingga Desember 2023. Data yang digunakan merupakan data
sekunder yang diperoleh dari platform Kaggle terdiri dari 1.095 data untuk setiap
parameter polusi, yaitu PM2.5, PM10, O?, CO, NO?, SO? dan NO serta data cuaca
mencakup suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan curah hujan. Variasi subset
yang dilakukan terbagi menjadi tiga, yaitu dengan menggunakan data validasi
dengan persentase training 70% validasi 15% dan testing 15%. Lalu, tanpa
menggunakan data validasi dengan persentase training 70% dan testing 30% serta
persentase training 80% dan testing 20%. Ketiga variasi subset tersebut
menghasilkan hasil terbaik pada arsitektur yang sama, yaitu pada LSTM 1 lapisan
128 neuron, epoch 50 dan batch size 32 dengan learning rate 0,001 pada skenario
tanpa menggunakan parameter cuaca. Evaluasi kinerja model dilakukan
menggunakan metrik Root Mean Squared Error (RMSE). Hasil kinerja model
menunjukkan bahwa model dengan arsitektur dua jenis lapisan LSTM dan
kombinasi parameter cuaca tidak mempengaruhi hasil. Skenario tanpa parameter
cuaca memberikan performa terbaik pada konfigurasi 1 lapisan yang menghasilkan
nilai RMSE terkecil pada data testing sebesar 10,15 dan penambahan parameter
cuaca tidak mempengaruhi akurasi hasil. Selain itu, dilakukan variasi pembagian
data menjadi dua subset tanpa validasi dengan pembagian 70:30 dan 80:20 yang
menunjukkan bahwa proporsi data pelatihan yang lebih besar cenderung
memberikan hasil yang lebih baik dengan nilai RMSE terkecil, yaitu 8,45 dan 8,06.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI