DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS PERUBAHAN IMB MENJADI PBG TERHADAP JUMLAH IZIN YANG DITERBITKAN DAN KONTRIBUSINYA PADA RETRIBUSI DAERAH SERTA PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi Kasus pada DPMPTSP dan BPKPAD Kota Banjarmasin) | |
| PENGARANG | : | MEILIYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-26 |
Perubahan IMB menjadi PBG bertujuan untuk meningkatkan tata kelola perizinan, tetapi pada awal implementasinya di Kota Banjarmasin, terjadi penurunan jumlah izin yang diterbitkan dan penerimaan retribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perubahan IMB menjadi PBG terhadap jumlah izin yang diterbitkan dan kontribusinya pada retribusi daerah serta PAD. Penelitian dilakukan di DPMPTSP dan BPKPAD menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dengan sumber data primer dan data sekunder. Teori efektivitas implementasi dari Grindle (1980) digunakan sebagai landasan analisis dengan sembilan indikatornya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah perubahan terjadi penurunan signifikan jumlah izin yang diterbitkan dan penerimaan retribusi, yang berdampak pada kontribusinya terhadap retribusi daerah dan PAD. Beberapa faktor penyebabnya antara lain persyaratan standar teknis lebih kompleks, kewajiban menggunakan jasa konsultan teknis yang menambah beban biaya masyarakat, belum adanya Perda retribusi PBG di awal implementasi, kurangnya pengawasan, lamanya proses penerbitan PBG, serta rendahnya pemahaman, kesadaran, dan tingkat kepatuhan masyarakat dimana masyarakat baru mengurus izin hanya jika dibutuhkan untuk kepentingan lain. Pihak terkait seperti DPMPTSP, BPKPAD, dan PUPR meskipun telah berperan cukup baik, dengan tingkat responsivitas tinggi dan didukung SDM yang tersedia, tetapi berdasarkan sembilan indikator teori Grindle (1980), efektivitas implementasi perubahan IMB menjadi PBG dinilai masih kurang efektif, disebabkan oleh belum optimalnya sejumlah indikator seperti jenis manfaat yang belum dirasakan langsung oleh masyarakat maupun Pemda, tingkat perubahan yang cukup besar dan keputusan dari pusat yang belum mempertimbangkan kesiapan daerah, serta rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat, sehingga berdampak pada penurunan jumlah izin yang diterbitkan dan penerimaan retribusi.
Kata Kunci: Perubahan IMB menjadi PBG, Efektivitas Implementasi, Jumlah Izin yang Diterbitkan, Penerimaan Retribusi, Teori Grindle
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI