DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Parang Nagara: Konstruksi Sosial dan Identitas Urang Banjar Di Hulu Sungai Selatan | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD NORDIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-01 |
Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial pandai besi di Kampung Nagara, terletak di desa Sungai Pinang yang dikenal sebagai sentral pandai besi hingga sekarang ini.Fokus penelitian terletak pada konstruksi sosial yang terbentuk dalam proses menempa besi menjadi parang, teknik pembuatan parang, tradisi terkait dengan parang, dan pewarisan menempa besi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi pandai besi menjadi profesi tradisional yang ada sejak lama yang dikisahkan oleh masyarakat lokal, menyatumenjadi bagianidentitas masyarakat. Proses pembuatan parang, mulai dari peleburan hinggapemasangangagang.Dalam masyarakat Banjar, parang terlibat dalam beberapa tradisi, seperti manangguhi wasi, marajahi parang, parang gagaman, mamandii parang, dan salamatan wasi. Faktor pendukung keberlangsungan pandai besi meliputi kondisi wilayah dan kearifan lokal, kualitas dan permintaan pasar, serta aksesibilitas bahan baku. Namun, terdapat tantangan seperti perkembangan teknologi dan persaingan, keterbatasan bahan baku, kesejahteraan pendapatan, dan menurunnya keberadaan calon pandai besi yang baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandai besi dan masyarakat menciptakan konstruksi sosial pada parang mencerminkan kearifan lokal juga identitas Urang Banjar di Hulu Sungai Selatan.
Berkas PDF
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI