DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemanfaatan Cagar Budaya untuk Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Banjar : Studi Kasus di Kecamatan Martapura Barat | |
| PENGARANG | : | BAMBANG SAKTI WIKU ATMOJO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-03 |
Kabupaten Banjar merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi cagar budaya untuk dijadikan sebagai lokasi pariwisata budaya. Berbagai upaya baik secara teknis, administratif, maupun pendanaan sudah dilaksanakan,oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, meskipun masih terdapat kekurangan. Beberapawarisanbudayatinggalanarkeologi,baikyangmemilikistatusObjekDidugaCagarBudaya(ODCB)maupunCagarBudaya(CB) sudahdimanfaatkanuntukberbagaikepentingan.Pemanfaatanpalingbanyakterutama untuk kepentingan pariwisata, baik wisata sejarah, wisata pendidikan,maupun wisata religi. Pemanfaatan cagar budaya dapat memberikannilaitambahkarenamenunjukkan indikasi bahwapelestariandapatberjalandenganlebih lancar.Indikator yang digunakan misalnya pemeliharaan kebersihan, penjagaan keamanan dan peningkatankemampuanekonomipengelolacagar budaya. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitianinibertujuanuntuk menyajikan dan menganalisis karakteristik cagar budaya di Kabupaten Banjar, mengidentifikasi pemanfaatan cagar budaya, dan memunculkan usulan strategi pemanfaatan cagar budaya untuk pariwisata.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, mengambildua lokasi pengamatan yaitu Rumah adat Bubungan Tinggi di Desa Teluk Selong dan makam Datu Hamid Abulung di Desa Sungai Batang. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 (lima) bulan dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2024. Analisis penelitian ini dilakukan dengan metode SWOT untuk mencari strategi pengelolaan yang cocok untuk pengembangan kegiatan pariwisata budaya di Kabupaten Banjar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cagarbudaya di Kabupaten Banjar memilikikarakteristikyangmembedakan dengan karakter objek di luar cagar budaya, yaitu dari segi usia, nilai sejarah, keaslian,dankelangkaan. Jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisata cagar budaya mengalami perkembangan yang cukup dinamis. baik wisatawan nusantara maupun mancanegara Hasil analisis SWOT terhadap kondisi yang terjadi di kedua lokasi pengamatan, menunjukkan bahwa posisi kedua objek wisata budaya tersebut masih memiliki peluang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Pengembangan antara lain dapat dilakukan dengan lebih mengenalkan keduanya kepada masyarakat umum maupun dunia pendidikan melalui berbagai saluran, misalnya web, media sosial, maupun biro perjalanan. Secara internal pengembangan dapat dilakukan melalui adanya atraksi tambahan di kedua lokasi wisata budaya tersebut yang dapat menambah tingkat ketertarikan wisatawan untuk datang.Peningkatan wisatawan yang berkunjung akan berdampak pada pengahasilan masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata tersebut.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI