DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRODUK KERAJINAN TANGGUI SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN BAGI PEREMPUAN PENGRAJIN DI KOMPLEK KEBUN JERUK PERMAI KELURAHAN KUIN UTARA | |
| PENGARANG | : | HALIMATUS SA`DIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-04 |
Pengrajin tangguidi Komplek Kebun Jeruk Permai Kelurahan Kuin Utara masih tetap menekuni kerajinan tanggui, meskipun hasil penjualan bakal tanggui relatif murah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi pengrajin perempuan terkait kerajinan tangguisebagai sumber pendapatan dan menjelaskan kendala yang dihadapi oleh pengrajin dalam menjadikan kerajinan tangguisebagai sumber pendapatan di Komplek Kebun Jeruk Permai Kelurahan Kuin Utara.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Informan 5 orang dari pengrajin tanggui, 2 orang pengepul tanggui, dan 1 orang penjual tanggui, total informan 8 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi pengrajin terkait kerajinan tangguisebagai sumber pendapatan terdiri dari tiga aspek. Pertama, aspek kognitif mengenai pengetahuan pengrajin tentang tanggui, alat dan bahan, proses produksi, perhitungan modal, serta tangguisebagai sumber pendapatan pengrajin. Kedua, aspek afektif mengenai sikap sabar dan tekun para pengrajin dalam membuat tanggui. Ketiga, aspek konatif mengenai dorongan pengrajin untuk tetap membuat tanggui karena kebutuhan ekonomi dan kebiasaan sosial. (2) kendala yang dihadapi oleh pengrajindalam menjadikan kerajinan tangguisebagai sumber pendapatan, yaitu: Pertama, kendala eksternal terdiri dari ketergantungan pada bahan baku daun nipah, permintaan pasar, kurangnya penerus pengrajin tanggui, dan cuaca yang tidak menentu dapat menghambat proses produksi tanggui. Kedua, kendala internal terdiri dari keterbatasan modal dan kesulitan mengakses pasar.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankankepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih dalam mengenai persepsi generasi muda yang kurang tertarik menjadi pengrajin tanggui. Saat ini, minat generasi muda termasuk yang berasal dari keluarga pengrajin itu sendiri semakin berkurang.Mengingat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan kerajinan tanggui.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI