DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA RIAM BIDADARI DI DESA LUMBANG KECAMATAN MUARA UYA KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | EVA TIUR MARPAUNG | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-04 |
Konsep pengembangan pariwisata yang didasarkan pada keunikan dan kondisi suatu area atau wilayah dapat dikembangkan dengan mengimplementasikan pembangunan pariwisata ekologi (ecotourism) atau pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) dalam bentuk ekowisata. Pengelolaan wisata yang baik akan dapat menghasilkan keuntungan di berbagai aspek. Akan tetapi, apabila jika tidak dikelola dengan benar, maka wisata dapat berpotensi menimbulkan masalah atau dampak negatif terhadap kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan). Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat kaitannya dengan prinsip konservasi. Bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi. Dengan demikian, ekowisata sangat berdaya guna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami.
Wisata Riam Bidadari menawarkan berbagai objek yang dapat dikembangkan seperti wisata konservasi, wisata fotografi, dan wisata alam. Riam Bidadari memiliki peluang dan potensi yang besar dalam bidang pariwisata dan sebagai salah satu daya tarik wisata alam, sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan wisata untuk dapat menjadi salah satu wisata unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi wisata Riam Bidadari dan menganalisis strategi pengembangan wisata Riam Bidadari di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan Matriks SWOT.
Hasil dari penelitian menyatakan bahwa dari tabel matriks Internal Factor Evaluation (IFE) diperoleh total nilai skor sebesar 3,01. Hal ini menunjukkan bahwa Riam Bidadari berada pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan mampu mengatasi kelemahan yang ada, dimana wisata Riam Bidadari memiliki kekuatan utama dengan nilai tertinggi sebesar 0,25 yaitu pemandangan di ekowisata Riam Bidadari masih asri dan indah, sedangkan kelemahan utamanya ada 2 kelemahan yaitu (1) Jarak tempuh yang jauh dari pusat kota dan (2) perlunya promosi berkala dengan jumlah nilai 0,20. Dan pada tabel matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) diperoleh total nilai skor sebesar 3,03. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan wisata Riam Bidadari tergolong kuat dalam memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi ancaman. Peluang utama yang dimiliki wisata Riam Bidadari adalah adanya kemungkinan dijadikan Camping Ground di Kecamatan Muara Uya dengan nilai skor sebesar 0,36, sedangkan ancaman utama yang dihadapi adalah adanya objek wisata lain di sekitar yang tidak kalah menariknya dengan ekowisata Riam Bidadari dengan nilai sebesar 0,33.
Potensi wisata Riam Bidadari yang paling menonjol dan mempunyai kekuatan sebagai penarik minat wisatawan untuk berkunjung diantaranya, pemandangan yang masih asri dan indah, tempat berkemah berbagai komunitas, harga tiket wisata terjangkau, ketersediaan area parkir yang luas, kualitas jalan menuju wisata baik, tersediannya fasilitas glamping atau tenda-tenda yang bisa disewa pengunjung, sistem keamanan dan pengawasan yang memberikan kemudahan bagi pengunjung serta tersedianya spot-spot foto yang menarik. Dengan adanya potensi-potensi tersebut maka rekomendasi strategi pengembangan wisata Riam Bidadari sesuai analisis SWOT adalah diantaranya mempertahankan keasrian dan keindahan wisata Riam Bidadari dengan melibatkan masyarakat sekitar, mengatur dan memperluas area camping ground, serta mempertahankan harga tiket yang terjangkau dengan promo khusus untuk menarik pengunjung. Dengan adanya ancaman objek wisata lain di sekitar yang tidak kalah menariknya dengan wisata Riam Bidadari, pada kondisi ini strategi yang bisa diterapkan dalam upaya mengimbangi ancaman tersebut yaitu dengan meningkatkan kualitas dan menambah fasilitas sarana prasarana serta layanan yang fleksibel. memperluas promosi melalui media-media sosial, partisipasi pada pameran maupun festival wisata, berkolaborasi dengan agen-agen perjalanan, menjalin kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah dalam penyusunan zonasi wisata dan tata ruang serta melibatkan peran masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata dan mengenalkan produk lokal. Serta meningkatkan fasilitas-fasilitas umum dengan prinsip berkelanjutan dan pelayanan yang lebih fleksibel, serta menawarkan pengalaman yang tidak ditemukan di tempat wisata lain, seperti berinteraksi langsung dengan alam, mengikuti tur dengan pemandu lokal mendalami budaya dan tradisi setempat yang berhubungan dengan alam.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI