DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SEJARAH DAN FIKSI DALAM NOVEL RASINA KARYA IKSAKA BANU
PENGARANG:FARA KHOERUNNISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-06


Unsur sejarah dapat dipadukan dengan unsur fiksi dalam sastra, untukmemperkenalkan peristiwa masa lalu kepada pembaca. Novel Rasina karya Iksaka Banu memadukan sejarah dan fiksi yang memberikan hal baru dalam memahami peristiwa sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah dan fiksi dalam novel tersebut dengan menggunakan teori intertekstual dari Julia Kristeva. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode perbandingan serta menggunakan pendekatan historis. Sumber data yang dianalisis adalah novel Rasina karya Iksaka Banu, dengan instrumen berupa tabel pengklasifikasian data. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan, penandaan, dan pencatatan data yang ditemukan, sementara analisis data dilakukan menggunakan teknik intertekstual.

Hasil penelitian mengungkap empat peristiwa sejarah penting yang terdapat dalam novel, yaitu: kedatangan Belanda ke Kepulauan Banda, pembantaian masyarakat Banda, pengisian Kepulauan Banda dengan orang-orang luar Banda, dan perbudakan di Batavia. Keempat peristiwa sejarah tersebutmemuat unsur-unsur fiksidi dalamnya. Pertamakedatangan Belanda ke Kepulauan Banda, dalam catatan sejarah tidak tercatat tokoh bernama Hendriek Cornelis Adam yang digambarkan sedang meringkuk di kabin selama perjalanan. Keduaperistiwa pembantaian masyarakat Banda, tidak tercatat adanya tokoh yang berani menyerang Gubernur Sonck saat menghukum Orang Kaya Banda. Ketigapengisian Kepulauan Banda dengan orang-orang dari luar Banda, sejarah tidak mencatat bahwa pengusiran penduduk Banda merupakan rencana awal Belanda, melainkan hanya disebut sebagai keputusan dewan. Terakhir, peristiwa perbudakan di Batavia, dalam novel petugas hukum membantu Rasina, padahal sejarah mencatat bahwa petugas hukum justru membantu tuan dalam menghukum budaknya jika tidak sanggup melakukannya sendiri.

Fiksi adalah hal-hal yang tidak tercatat dalam sejarah non-fiksi.Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur fiksi dan sejarah saling melengkapi dalam novel ini. Fiksi sering kali menyisipkan unsur sejarahdan sejarah dapat disajikan dalam bentuk fiksi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapat, penelitian ini dapatterus dikembangkan dengan pendekatan atau fokus yang berbedadan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian berikutnya yang serupa.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI