DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Community Hub Banjarbaru
PENGARANG:AHMAD RIZANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-07


ABSTRAK

Banjarbaru—sebagai kota yang terus berkembang dengan kekayaan budaya dan dinamika sosial dari berbagai komunitas hobi dan minat—menghadapi keterbatasan ruang publik yang dapat menampung dan mengoptimalkan interaksi lintas kelompok, sehingga potensi kolaborasi dan inovasi sosial di kota ini belum sepenuhnya terpenuhi . Perancangan Community Hub di Banjarbaru mengusung konsep “ease of interaction” untuk menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi dan kolaborasi alami antar pengguna. Pendekatan ini diterjemahkan ke dalam dua metode utama: Zonasi Bertingkat, yang mengorganisasi fungsi ruang ke dalam lapisan aktif, semi-aktif, dan pasif dengan konektivitas vertikal dan horizontal; serta Pemetaan Aktivitas, yang menyesuaikan distribusi ruang berdasarkan karakteristik sepuluh komunitas terpilih agar setiap area dapat bertransformasi sesuai kebutuhan kegiatan. Hasil rancangan menunjukkan tata ruang multifungsi dan fleksibel, di mana zona-zona aktivitas saling terintegrasi dalam satu bangunan volumetrik sederhana berfaçade perforated untuk ventilasi dan kontrol cahaya tropis. Pola sirkulasi terbuka yang intuitif menghubungkan seluruh zona, sehingga tercipta ekosistem sosial yang inklusif, adaptif, dan mampu memperkuat ikatan komunitas sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan di Banjarbaru .

Kata kunci: Community Hub, Desain Dinamis, Kemudahan dalam Berinteraksi

ABSTRACT

Banjarbaru—a city experiencing rapid growth and enriched by the cultural diversity and social dynamics of various hobby and interest communities—faces a shortage of integrated public spaces capable of accommodating and optimizing cross?group interaction. As a result, the city’s potential for collaboration and social innovation has not been fully realized. The Community Hub design in Banjarbaru adopts the concept of “ease of interaction” to create an environment that naturally supports user communication and collaboration. This vision is executed through two primary strategies: Multi?Layered Zoning, which organizes spatial functions into active, semi?active, and passive layers with seamless vertical and horizontal connectivity; and Activity Mapping, which allocates spaces according to the specific needs and characteristics of ten selected communities, allowing each area to transform dynamically in line with different activities. The proposed layout demonstrates a flexible, multifunctional arrangement where activity zones integrate within a simple volumetric structure clad in perforated façades for natural ventilation and tropical daylight control. An intuitive open?circulation pattern links all zones, resulting in an inclusive, adaptive social ecosystem that strengthens community ties while promoting sustainable urban growth in Banjarbaru.

 

Keywords: Community Hub, Dinamic Design, Ease Of Interaction

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI