DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGUKURAN KINERJA KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI BERKAH MEMBANGUN BERSAMA DI KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | WAHYUDI AGUSTINO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-09 |
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi dan menggeneralisasi kinerja kelembagaan ekonomi petani Berkah Membangun Bersama dari aspek keuangan, bisnis internal, pengguna, pembelajaran dan pertumbuhan (2) Mengidentifikasi dan menggeneralisasi kendala yang dihadapi oleh kelembagaan ekonomi petani Berkah Membangun Bersama dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2024 sampai Maret 2025. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang bersumber dari anggota kelembagaan ekonomi petani Berkah Membangun Bersama pada tahun 2024. Data primer adalah diperoleh dari dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tanah Laut; Badan Pusat Statistik Tanah Laut; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan; dan Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan.
Pengukuran kinerja menggunakan empat perspektif yang mengacu pada konsep pengukuran kinerja balanced scorecard. Empat perspektif tersebut ialah perspektif keuangan; perspektif bisnis internal; perspektif pengguna; dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu tingkat kinerja tergolong tinggi yaitu perspektif keuangan dengan angka 87,50%.Tiga perspektif masuk dalam kategori sedang yaitu perspektif bisnis internal dengan angka 67,36%; perspektif pengguna menunjukkan hasil 62,04%; serta pembelajaran dan pertumbuhan memiliki angka 60,19%. Terdapat delapan permasalahan yang dihadapi oleh kelembagaan ekonomi petani Berkah Membangun Bersama. Delapan poin tersebut diidentifikasi dari 14 poin kendala organisasi yang dicetuskan oleh Francis dan Woodcock (1994) dalam Anggita (2019) antara lain; tugas belum berjalan sesuai dengan struktur organisasi, pelaporan terhadap aktivitas usaha dilaporkan dengan interval waktu yang lama, fungsi pengawasan belum berjalan, belum terdapat gaji terhadap pengurus, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, tidak terlaksananya rapat anggota tahunan, belum pernah melakukan pembaharuan struktur organisasi, dan tidak pernah melakukan penambahan anggota.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI