DIGITAL LIBRARY



JUDUL:GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS RANTAU
PENGARANG:ENJELICA CHRISTY APRILIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-09


  ABSTRAK 

Perancangan ini membahas Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Rantau yang dirancang sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan jumlah jemaat, beragamnya latar belakang etnis, serta keterbatasan fasilitas ibadah yang ada saat ini. Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur modern yang mengedepankan fleksibilitas ruang, keterbukaan terhadap lingkungan, dan kesederhanaan bentuk sebagai representasi dari spiritualitas Protestan Evangelis yang menekankan partisipasi aktif jemaat dalam ibadah. Nilai teologis “Sola Gratia” diterjemahkan ke dalam desain yang inklusif, non-hierarkis, dan menumbuhkan suasana kontemplatif melalui tata ruang, pencahayaan alami, dan visual simbolik yang sederhana namun bermakna. Perancangan tidak hanya mencakup ruang utama ibadah, tetapi juga ruang pendukung dan ruang luar yang mendorong interaksi sosial, pelayanan, dan persekutuan jemaat. Kajian dilakukan melalui analisis tapak, karakter aktivitas liturgis, kebutuhan fisik dan psikis jemaat, serta studi kasus gereja modern yang relevan baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, gereja dirancang sebagai tempat ibadah sekaligus pusat komunitas yang kontekstual terhadap kondisi sosial budaya jemaat di Rantau dan mampu mengakomodasi perkembangan jemaat di masa depan.

Kata Kunci: Gereja Kalimantan Evangelis, protestan, arsitektur modern, inklusivitas, pengalaman spiritual.

      ABSTRACT

This study presents the design of the Kalimantan Evangelical Church (GKE) Rantau as a response to the increasing number of congregants, ethnic diversity, and the limitations of existing worship facilities. The design applies a modern architectural approach, emphasizing spatial flexibility, openness, and simplicity in form, aligned with Evangelical Protestant spirituality which supports active congregational participation. The theological concept of Sola Gratia is interpreted through an inclusive, non-hierarchical spatial organization, supported by natural lighting and minimal symbolic expression to encourage contemplation. The design covers worship space, support facilities, and outdoor areas to facilitate religious, social, and communal activities. Methods include site analysis, liturgical activity mapping, user needs assessment, and case studies of modern church architecture both locally and internationally. The result is a church design that functions not only as a sacred worship space but also as a contextual, inclusive community center that addresses future growth.

 

Keywords: Evangelical church, Protestant architecture, modern design, inclusivity, worship space.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI