DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGGUNAAN KEMBALI SPENT FILTER AID DALAM UPAYA PENURUNAN VOLUME MATERIAL B3 PT SMART TBK REFINERY TARJUN DI DESA TARJUN KABUPATEN KOTABARU
PENGARANG:NI LUH RATNA ANGGRAENI KOMALA DEWI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-10


Spent Filter Aid (SFA) merupakan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) residu filtrasi dari proses produksi biodiesel. Perusahaan akan melakukan pengelolaan B3 dengan membuang ke Solid Waste Disposal Site (landfill) atau dapat dilakukan melalui proses Insinerasi.

Pada penelitian ini, SFA diekstraksi dengan waktu 2, 4, 6 jam dengan variasi berat sample 10, 20, 30 dan 40 g. Cake SFA hasil ekstraksi akan diregenerasi dengan menggunakan metode kombinasi pemanasan dan aktivasi  menggunakan HCl. Cake SFA dipanaskan dalam furnace pada 2,5°C/menit hingga 500°C selama 1 jam dan screening. Setelah perlakuan pemanasan, CSFA dicampur dengan larutan HCl 0,1M (10 massa%), dan campuran tersebut diaduk pada 250 rpm dan 25 °C selama 1 jam, dan disaring menggunakan Whatman No. 2 dalam kondisi vakum. Selanjutnya endapan dicuci dengan air suling hingga bebas klorida, kemudian dikeringkan dalam oven selama 12 jam pada suhu 80 °C. Bahan hasilnya disebut TSFA. Minyak hasil ekstraksi dianalisis parameter Analisis Water Content, Analisis Ester Content, AnalisisFG, MG, DG, TG dan Tot Gly, Analisis Total Contaminant.

Berdasarkan penelitian diperoleh hasil karakteritik struktur morfologi dan komposisi unsur secara kuantitatif VFA, SFA dan TSFA dapat digambarkan sebagai struktur selulosa yang terkait antara potongan-potongan bagiannya. Struktur TSFA hampir menyerupai VFA sehingga jika dilakukan regenerasi material tersebut dapat digunakan kembali. Pengaruh  rasio sample (10g:200mL; 20g:200mL; 30g: 200 mL;  40g:200mL) sebagai fungsi waktu terhadap proses ekstraksi SFA diperoleh hasil terbesar setelah 6 jam ekstraksi dari sampel dengan massa 10 g dengan yield oil content tertinggi sebesar 63.27%. Model Kinetika recovery Minyak SFA dengan Extraction Method chemical reaction through the surface menjadi faktor pengendali utama dalam Analisis ekstraksi dimana R2 sebesar 0,9972 pada massa 40 g dikarenakan pengaruh rasio padatan dengan pelarut yang cukup besar mengakibatkan kontak permukaan sample dengan pelarut akan sering terjadi sehingga menyebabkan yield oil content yang lebih tinggi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI