DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis hormon estrogen dan progesterone pada masa kawin bekantan (Nasalis larvatus) di Pulau Curiak untuk pemantauan kesehatan reproduksi | |
| PENGARANG | : | HIDAYATUL RAHIMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-10 |
Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Borneo dari subfamili Colobinae yang unik dan dilindungi. Spesies ini bersifat sexually dimorphic, memperlihatkan perbedaan morfologi mencolok antara jantan dan betina, serta memiliki hidung khas yang termasuk dalam kelompok odd-nosed leaf monkeys. Statusnya yang semakin terancam akibat degradasi habitat menuntut upaya konservasi, terutama terkait aspek kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kadar metabolit hormon estrogen dan progesteron pada feses bekantan betina di Stasiun Riset Pulau Curiak selama musim kawin. Metode yang digunakan bersifat non-invasif, melalui pengumpulan sampel feses segar dari individu betina dewasa. Analisis kadar hormon dilakukan dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) di Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hormon estrogen selama masa pengamatan adalah 1.688,69 ng/ml, sedangkan progesteron sebesar 40,99 ng/ml. Temuan ini menunjukkan adanya fluktuasi hormon yang mencerminkan fase-fase dalam siklus reproduksi, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pemantauan kesehatan reproduksi bekantan di habitat alaminya.
Kata kunci: bekantan, ELISA, hormon estrogen, hormon progesteron, non-invasif
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI