DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SENTRA PRODUKSI BERSAMA PENGOLAHAN HASIL LAUT KHAS TELUK TAMIANG | |
| PENGARANG | : | M. FAJAR MAULANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-10 |
ABSTRAK
Teluk Tamiang merupakan desa wisata pesisir yang memiliki potensi hasil laut dan budaya Bugis yang kuat, namun belum ditunjang fasilitas produksi yang terintegrasi dengan wisata. Perancangan Sentra Produksi Bersama ini menggunakan pendekatan arsitektur kontekstual berbasis sosial budaya Bugis maritim, dengan mengadaptasi struktur permukiman wanua bahari sebagai strategi zonasi kawasan. Tiga zona utama dibentuk berdasarkan pola wanua: Wanua Yase’ sebagai zona produksi, Wanua Tenga’ sebagai area pasar dan interaksi sosial, serta Wanua Wirittasi sebagai zona transisi dan penyambutan wisatawan. Konsep ini diwujudkan melalui penggunaan kios modular berbahan kayu, ruang terbuka yang edukatif, serta elemen lokal seperti koin batok kelapa sebagai media transaksi. Rancangan ini bertujuan menciptakan ruang produksi yang juga menjadi destinasi wisata edukatif yang memperkuat identitas budaya pesisir.
Kata kunci: arsitektur kontekstual, wanua bahari, Bugis, sentra produksi, wisata pesisir.
ABSTRACT
Teluk Tamiang is a coastal tourism village rich in marine potential and Bugis cultural heritage, yet lacks integrated production facilities that support tourism. This Sentra Produksi Bersama (Shared Production Center) is designed using a contextual architectural approach rooted in Bugis maritime culture, adopting the wanua bahari settlement structure as the basis for zoning. The site is divided into three main zones: Wanua Yase’ for production, Wanua Tenga’ for market and social interaction, and Wanua Wirittasi as a transition and welcoming zone. This concept is implemented through modular wooden kiosks, educational public spaces, and local elements such as coconut shell tokens for transactions. The design aims to create a functional production space that also serves as an educational tourism destination, strengthening coastal cultural identity.
Keywords: contextual architecture, wanua bahari, Bugis, production center, coastal tourism.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI