DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: ANALISIS DATA SEKUNDER SKI TAHUN 2023 | |
| PENGARANG | : | HANA AMALINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-10 |
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan. Secara global, 148,1 juta balita mengalami stunting, 52% di antaranya berada di Asia. Di Indonesia, prevalensinya pada anak usia 0-23 bulan sebesar 18,3%, dan di Kalimantan Selatan lebih tinggi yaitu 20,8%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara riwayat kehamilan dini, kelahiran prematur, inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif, dan pemantauan pertumbuhan dengan kejadian stunting pada anak usia 6–23 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder SKI 2023 di Kalimantan Selatan, dianalisis dengan uji chi-square pada 389 anak. Hasil penelitian menunjukkan signifikan antara riwayat inisiasi menyusu dini (p = 0,025) dan pemberian ASI eksklusif (p = 0,000) dengan stunting, sedangkan riwayat kehamilan dini (p = 0,163), kelahiran prematur (p = 0,797), dan pemantauan pertumbuhan (p = 0,206) tidak signifikan. Praktik menyusui memiliki peran penting dalam pencegahan stunting, dan perlu diperkuat melalui edukasi serta pemantauan gizi berkelanjutan.
Kata kunci: Stunting, inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif, kehamilan dini,
pertumbuhan anak
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI