DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Tata Kelola Kolaboratif Dalam Penyaluran Makanan Tambahan (PMT) Sunting Di Kelurahan Alalak Uara Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIDHO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-11 |
Muhammad Ridho 2110411210044, 2025, “Tata Kelola Kolaboratif Dalam Penyaluran Makanan Tambahan (PMT) Stunting Di Kelurahan Alalak Utara “. Di bawah bimbingan Avela Dewi
Penelitian ini memfokuskan pada sinergi krusial antara masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Alalak Utara dalam mengatasi permasalahan stunting yang persisten, Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, memungkinkan penggalian informasi yang kaya dan kontekstual mengenai dinamika kolaborasi. Data dikumpulkan melalui kombinasi metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, meliputi sumber data primer dan sekunder. Informan kunci dipilih secara purposive, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Alalak Utara, Ketua Pokmas Alut Berkah, Kader PKK, & Kepala Bidang Gizi Puskesmas Alalak Tengah untuk merepresentasikan berbagai perspektif dan peran dalam program PMT.
Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Informan penelitian meliputi perwakilan Lurah Alalak Utara, Kepala Bidang Gizi Puskesmas Alalak Tengah, Kader PKK, dan Ketua Kelompok Masyarakat (PokMas) Alut Berkah. Lokasi penelitian berpusat di Kelurahan Alalak Utara, Jl. Alalak Utara Gang Kelurahan No. RT. 14, Alalak Utara, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.
Hasil dari penelitian ini yaitu keberhasilan program PMT stunting di Kelurahan Alalak Utara berakar pada kolaborasi solid yang diawali oleh komunikasi intensif dan terstruktur, seperti melalui Rembuk Stunting. Komunikasi yang terbuka, didukung transparansi peran dan dana, berhasil membangun kepercayaan kuat yang memupuk komitmen tinggi dari semua pihak. Dengan landasan tujuan bersama yang jelas dan payung hukum formal, kolaborasi ini menghasilkan dampak positif yang terukur dan memotivasi keberlanjutan program.
Saran dari peneliti yakni untuk memperkuat dan mereplikasi keberhasilan kolaborasi ini, diperlukan sinergi berkelanjutan dari empat pemangku kepentingan. Kelurahan harus berperan sentral sebagai fasilitator yang mengelola dana dan mengadvokasi model ini. Upaya ini didukung oleh Kelompok Masyarakat Alut Berkah yang perlu terus meningkatkan kapasitas internalnya dalam gizi dan manajemen. Secara paralel, PKK harus mengoptimalkan jaringannya untuk memperluas edukasi, personalisasi distribusi PMT, dan inovasi menu. Sementara itu, Puskesmas menjamin kualitas dengan melakukan pemantauan gizi mendalam serta memberikan pendampingan teknis terkait standar gizi dan kebersihan.
Kata Kunci: Kolaborasi, Stunting, Alalak Utara, & Program PMT.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI