DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Kebiasaan Merokok Pada Anak Anak Studi Kasus Di Desa Padang Luas Kecamatan Pengaron
PENGARANG:MUHAMMAD FAHMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-14


Hubungan kelompok pertemanan atau bersama teman sebaya memainkan peran penting saat kita menyerap budaya. Seberapa besar pengaruh dari teman sebaya pada pertumbuhan seseorang bergantung pada seberapa cepat budaya di lingkungan mereka mengalami perubahan Sikap ialah hasil dari pada seluruh berbagai pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yangterwujud dalam bentuk pengetahuan, perilaku serta aksi. Sikap ialah reaksi seseorang orang terhadap stimulus yang berasal dari luar ataupun dari dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan apa saja faktor yang mempengaruhi sikap anak anak merokok di desa padang luas kecamatan pengaron 2) mengidentifikasi dampak Sosial yang ditimbulkan dari Kebiasaan merokok anak di desa padang luas Kecamatan Pengaron.

 

Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode kualitatif. Sumber data di tentukan secara snowball sampling dengan jumlah Informan delapan orang, pengumpulan pun dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajia data, penarikan kesimpulan, dan pengujian keabsahan datayang digunkan pad penelitian ini adalah triangulasi, triangulasi sumber,triangulasi teknik, dan triangulasi waktu

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok anak adalah sebagai berikut: (1) faktor internal, yaitu rasa ingin tahu dan keinginan untuk terlihat dewasa di hadapan teman; (2) faktor keluarga, di mana anak-anak diperbolehkan merokok, bahkan saat diberikan hanya oleh orang tua atau teman-teman mereka pada hari-hari tertentu, seperti hari raya; dan (3) faktor lingkungan masyarakat, di mana anak-anak dipengaruhi oleh teman-teman mereka yang merokok. (2) dampak sosial dari kebiasaan Merokok anak anak (a) hubungan sosial, anak ank merokok lebih cenderung dekat kepada anak yang merokok juga, namun tidak menjauh juga dari kebiasan hubungan psoitif saat bersama orang tua dan teman yang tidak merokok (b) Penerimaan Masyarakat, Merokok di desa ini dianggap sebagai hal yang lumrah bagi mereka, sehingga anak – anak merasa perilaku ini diterima oleh dirinya (c) Perubahan Perilaku, kebiasaan anak untuk merokok biasanya akan membuat mereka susah diatur, menurunnya motivasi belajar, dan meningkatnya kecenderungan terhadap perilaku menyimpang lainnya.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pentingnya agar pemerintah menyediakan tempat alternatif seperti olahraga, seni dan keterampilan agar anak anak tidak mudah bosan dan mereka juga akan terhindar dari pikiran merokok keterlibatan dalam komunitas anak anak dengan ekstrakulikuler akan sangat mencegah kebiasaan mereka untuk berhenti merokok

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI