DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Motivasi Kerja, Komunikasi, dan Fasilitas dengan Budaya Keselamatan Pasien pada Perawat (Studi Observasional Analitik di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan) | |
| PENGARANG | : | ERLANGGA MUTHAHARRAMADHAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-14 |
Berdasarkan data IKP pada tahun 2022-2023 di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan diketahui bahwa rumah sakit belum memenuhi standar yang mengacu pada Peraturan Kemenkes No. 129 Tahun 2008. Melalui pendekatan Teori Geller, terdapat beberapa faktor yang diduga berkontribusi dalam situasi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut yaitu motivasi kerja, komunikasi, dan fasilitas dengan budaya keselamatan pasien pada perawat di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik proportional random sampling dengan uji fisher exact, dengan 76 perawat sebagai responden. Instrumen penelitian menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPC) untuk mengukur budaya keselamatan pasien, kuesioner komunikasi efektif SBAR untuk mengukur komunikasi, serta kuesioner modifikasi yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur motivasi kerja dan fasilitas. Temuan penelitian memperlihatkan hubungan yang berarti antara motivasi kerja (p-value = 0,000), komunikasi (p-value = 0,015), dan fasilitas (p-value = 0,007) dengan budaya keselamatan pasien pada perawat serta motivasi kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan probabilitas 44,8%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja, komunikasi, dan fasilitas dengan budaya keselamatan pasien. Kata kunci: Budaya keselamatan pasien, motivasi kerja, komunikasi, fasilitas, perawat
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI