DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERANAN REGULASI EMOSI TERHADAP DISTRESS PSIKOLOGIS YANG DIALAMI OLEH MAHASISWA PASCA ORANG TUA BERCERAI DI BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SHINDY NUR SALSABILLA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-14 |
Dalam fase perceraian orang tua banyak yang berdampak terhadap para remaja, terutama yang sedang berstatus sebagai mahasiswa, dampaknya yaitu mahasiswa rutin konseling ke psikolog, trauma tidak bisa mendengar argumen yang terlalu keras sehingga menghambat aktivitas perkuliahan. Mahasiswa mengalami perceraian cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar, sulit mengungkapkan perasaannya, sulit untuk mencari solusi permasalahan dan sulit untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama serta cenderung mengalami emosi yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peranan regulasi emosi terhadap distress psikologis yang dialami oleh mahasiswa pasca orang tua bercerai di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitafif. Subjek pada penelitian ini merupakan 49 mahasiswa aktif berkuliah di Banjarmasin. Subjek dikumpulkan menggunakan Google Form dan alat ukur yang digunakan yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) diadaptasi oleh Dinda Syafira dan Kessler Phychological Distress diadaptasi oleh Fatimah Azzahra. Hasil regresi linear sederhana diperoleh signifikan yaitu 0,006 (p<0,05) sehingga hasil sesuai dengan Ha yaitu ada peranan regulasi emosi terhadap distress psikologis yang dialami oleh mahasiswa pasca orang tua bercerai di Banjarmasin.
Kata Kunci : Regulasi Emosi, Distress Psikologis, Mahasiswa Pasca Orang Tua Bercerai di Banjarmasin
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI