DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MANAJEMEN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SUMBER MAS DESA MASINGAI 1 KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG.
PENGARANG:JULI PURNOMO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-14


ABSTRAK

Juli Purnomo, 2110411110013, 2025. “Manajemen Badan Usaha Milik Desa 

(BUMDES) Desa Masingai 1 Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong”. Di bawah 

bimbingan Trisylvana Azwari.

Kabupaten Tabalong memiliki 118 Bumdes dan 16 Bumdes Bersama, 

namun sejak 2023 terdapat 48 Bumdes sudah tidak aktif, diduga karena kurangnya 

kemampuan dari pengelola, dan salah satu Bumdes yang masih aktif hingga saat ini 

adalah Bumdes Sumber Mas yang terletak di Desa Masingai 1. Antusias dari 

masyarakat yang menggunakan layanan unit usaha dinilai cukup tinggi, sehingga 

Bumdes Sumber Mas dapat terus mempertahankan eksitensinya. Penelitian ini 

bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan serta faktor penghambat 

dalam pengelolaan unit usaha Bumdes Sumber Mas Desa Masingai 1, Kecamatan 

Upau, Kabupaten Tabalong. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe

penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan 

dokumentasi. Adapun sumber data yang didapat, data primer yakni wawancara 

mendalam dan data sekunder yaitu dokumentasi, buku, dan jurnal yang berkaitan 

dengan penelitian. Observasi penelitian dilakukan pada unit usaha Bumdes Sumber 

Mas. Dengan beberapa informan yaitu, Ketua Dewan Pengawas Bumdes Sumber 

Mas, Penasihat, Direktur, dan beberapa masyarakat Desa Masingai 1. Penelitian ini 

dianalisis dengan melihat 4 proses manajemen pengelolaan menurut George R 

Terry, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling.

Hasil penelitian menunjukkan Perencanaan (planning), Pengorganisasian 

(organizing), Pengawasan (controlling), dapat dikategorikan Baik karena 

perencanaan hingga evaluasi dilakukan dalam musyawarah desa dengan melibatkan 

unsur masyarakat, pengelola adalah masyarakat yang bukan bagian dari Pemerintah 

Desa, dan masyarakat merespon positif unit usaha yang dijalankan sehingga 

masyarakat merasa terbantu dalam berbagai aspeknya. Namun, pada Pelaksanaan 

(actuating) dikategorikan Cukup Baik, karena masih terdapat kendala dalam 

pelaksanaan unit usaha seperti kerusakan fasilitas yang kurang cepat dalam 

perbaikannya dan air yang didistribusikan terkadang kurang dalam kualitass 

maupun kuantitasnya. Terdapat beberapa faktor penghambat diantaranya 

keterbatasan dana dan kurangnya sumber air baku. Untuk mengatasi faktor 

penghambat disarankan Bumdes Sumber Mas mengajak investor lain untuk 

membantu pendanaan, dan melakukan pengecekan secara rutin untuk kualitas 

sumber air baku agar kurangnya sumber air baku dapat teratasi.

Kata kunci: Manajemen , Unit Usaha, Bumdes.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI