DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Strategi Pembelajaran Diferensiasi bagi Anak Slow Learner di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin
PENGARANG:MAULIYA WIDIYA ROSADA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-14


Mauliya Widiya Rosada, 2110127120002, 2025.” Strategi Pembelajaran Diferensiasi bagi Anak Slow Learner di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin”. Skripsi Program SI Pendidikan Khusus. Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I : Dr. Utomo, M.Pd dan Pembimbing II : Etna Anjani T., M.Psi., Psikolog

Kata Kunci : Pembelajaran diferensiasi, Anak slow learner, Kelas inklusi, Strategi pembelajaran.

Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa dalam kelas inklusi, khususnya bagi anak slow learner yang memiliki kemampuan belajar di bawah rata-rata, dampaknya memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran diferensiasi bagi anak slow learner di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah tujuh guru yang terdiri dari wali kelas, guru pendamping khusus (GPK), dan guru mata pelajaran bahasa Inggris dari fase A (kelas 2), fase B (kelas 4), dan fase C (kelas 6). Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumen pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran diferensiasi diterapkan melalui penyesuaian pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Pada aspek konten, guru wali kelas dan GPK menyusun modul ajar berdasarkan asesmen awal yang mencakup kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa, sedangkan guru bahasa Inggris berkoordinasi dengan guru wali kelas dan GPK untuk memperoleh data asesmen tersebut. Dalam aspek proses, guru menerapkan metode pembelajaran sesuai gaya belajar siswa seperti visual, auditori, dan kinestetik, dengan memberi pilihan cara belajar seperti berkelompok atau individu, serta penyampaian materi melalui gambar, lagu, dan aktivitas langsung, meskipun guru bahasa Inggris masih memerlukan GPK  untuk menyesuaikan kemampuan anak. Pada aspek produk, guru menyediakan LKPD dan tugas yang disesuaikan, seperti menempel, menggambar, presentasi, dan poster, dengan sebagian guru memberikan pilihan bentuk tugas dan sebagian lainnya belum, tetapi tetap disesuaikan oleh GPK. Lingkungan belajar juga diatur dengan menempatkan siswa slow learner di posisi strategis, mencampur mereka dengan teman reguler, menyediakan alat bantu, serta memberi waktu yang fleksibel.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI