DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS PERLAKUAN AKTIVASI FLY ASH BATUBARA MENGGUNAKAN NaOH DAN HCl DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUANNYA MENGADSORPSI KATION LOGAM BERAT AIR ASAM TAMBANG | |
| PENGARANG | : | ANA ERMIYATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-16 |
Limbah Fly ash merupakan salah satu limbah yang berbahaya dan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. Fly ash merupakan limbah yang dihasilkan sekitar 80% dari pembakaran batubara. Air asam tambang (AAT) timbul dari aktivitas tambang terutama batubara. Pada penelitian ini, bertujuan untuk memanfaatkan limbah Fly ash sebagai adsorben logam berat (Fe, Mn, dan Cd) untuk air asam tambang yang diaktivasi dengan NaOH dan HCl. Secara interpretasi adsorben Fly ash tanpa aktivasi disebut FA, teraktivasi HCl disebut HFA, dan teraktivasi dengan NaOH disebut NaFA.
Pengujian karekterisasi air asam tambang terhadap adsorben menggunakan AAS, SEM EDX, XRD, FTIR dan SAA diperoleh penyusun utama FAadalah silika (SiO2), aluminium (Al2O3), dan besi (Fe2O3). Kemampuan adsorpsi FA, HFA, dan NaFA disebabkan karena pengaruh luas permukaan porinya. Dari hasil penelitian, didapat luas permukaan pori adsorben adalah FA 9,499 m2/g, HFA 21,994 m2/g NaFA 26,945 m2/g.
Serapan optimum FA sebelum aktivasi adalah Fe 99,9%, Mn 74,3% dan Cd 99,3%; setelah aktivasi dengan HCl (HFA) yaitu Fe 99,9%, Mn 85,1% dan Cd 99,7%; dan setelah aktivasi dengan NaOH (NaFA) yaitu Fe 99,9%, Mn 94,8% dan Cd 99,9%. Fe pada massa adsorben FA, HFA dan NaFA 15 g, Mn dan Cd pada massa adsorben FA, HFA dan NaFA 30 g. Secara keseluruhan NaFA lebih efektif menurunkan ion logam Fe dibandingkan FA dan HFA pada massa adsorben 10 g. Begitu pula dengan ion logam Mn dan Cd, NaFA paling efektif menurunkan kedua ion logam tersebut pada massa adsorben 30 g.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI