DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Dampak Penerima Manfaat CSR Bagian Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Area Asam Asam Coal Project | |
| PENGARANG | : | SEPTA YUDIWIANDA PRASETY0 | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-16 |
Sub Program CSR yaitu pengembangan ekonomi masyarakat oleh DH ACP adalah langkah yang penting dalam memahami dampak dan efektivitas kebijakan perusahaan dalam memperbaiki kesejahteraan komunitas sekitar. Asam Asam Coal Project (ACP), keberhasilan program CSR, khususnya pengembangan ekonomi, sangat strategis mengingat umur tambang yang bergantung pada izin operasi dan kontrak yang bersifat terbatas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis cara DH ACP melakukan tahapan CSR, menganalisis jenis-jenis bantuan CSR bagian pengembangan ekonomi yang diberikan DH ACP selama tahun 2019-2022 dan bagaimana komparasinya dengan budget yang dibuat dan menganalisis kendala berkembang tidaknya pemberian bantuan pengembangan ekonomi yang diterima masyarakat dengan analisis swot. Penelitian dilakukan di DH ACP di Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Wilayah kerja DH ACP sendiri berada AI Indonesia yang memiliki luas 11,403 Ha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan sensus, melibatkan seluruh penerima bantuan CSR dan satu perwakilan perusahaan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, kuesioner untuk data kuantitatif, dan dokumentasi untuk validasi dan pelengkap. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan skala Likert serta metode SWOT untuk menilai dampak dan strategi program CSR. Studi dampak penerima bantuan subprogram CSR bagian pengembangan ekonomi masyarakat oleh DH ACP menunjukkan bahwa tahapan pelaksanaan CSR belum sepenuhnya optimal, terutama pada aspek awareness building, internalisasi, serta evaluasi dan pelaporan yang masih bersifat umum. Alokasi dana CSR dari 2019–2022 sebesar 18% menunjukkan bahwa dari tujuh bantuan, enam di antaranya menghasilkan keuntungan, sedangkan satu program mengalami kerugian, sehingga evaluasi berkala dan penyusunan anggaran yang fleksibel sangat diperlukan. Selain itu, kurangnya pendampingan dan diversifikasi pasar menjadi faktor utama kegagalan pada beberapa bantuan, sehingga penting untuk melibatkan pelatihan, penyuluhan, dan strategi pemasaran yang lebih luas agar dampak program lebih maksimal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI