DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI KOMUNIKASI YAYASAN DAKSA BANUA DALAM MENGADVOKASI HAK-HAK PENYANDANG DISABILITAS DI BANJARMASIN (Studi Deskriptif Kualitatif pada Yayasan Daksa Banua) | |
| PENGARANG | : | ARYA PUTRA DARMADI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-16 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa penyandang disabilitas di Banjarmasin masih menghadapi berbagai kendala dalam mengakses hak-hak dasar mereka, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan layanan publik yang inklusif, dengan dukungan kebijakan dan bantuan alat bantu yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh Yayasan Daksa Banua dalam mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas di Banjarmasin, serta untuk mengidentifikasi dampak dan hambatan yang dihadapi dalam proses advokasi tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari Yayasan Daksa Banua, observasi langsung, dan dokumentasi kegiatan advokasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Daksa Banua menerapkan strategi komunikasi berbasis komunitas dan kelembagaan, melalui audiensi kepada pemangku kebijakan, kampanye media sosial, kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan edukatif kepada masyarakat umum. Strategi ini mampu menghasilkan dampak positif berupa peningkatan kesadaran publik, pengaruh terhadap kebijakan daerah, dan penguatan solidaritas dalam komunitas disabilitas. Namun, yayasan juga menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas sensorik, dan minimnya dukungan dari media arus utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang tepat dan inklusif dapat menjadi alat efektif dalam mendorong perubahan sosial dan kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kapasitas komunikasi organisasi, kemitraan dengan stakeholder, serta perluasan jangkauan advokasi agar hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara lebih merata.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI