DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KUALITAS PELAYANAN INTERVENSI TERPADU BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI PUSAT LAYANAN DISABILITAS DAN PENDIDIKAN INKLUSI (PLDPI) PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | NI LUH PUTU SAVITRI GITA DEVAYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-16 |
Penelitian ini didasari oleh pentingnya pelayanan intervensi terpadu bagi anak
berkebutuhan khusus (ABK) dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara
optimal. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan
Inklusi (PLDPI) hadir sebagai institusi yang memberikan layanan pendidikan,
terapi, dan konsultasi medis secara inklusif dan komprehensif. Namun, tingginya
permintaan dan keterbatasan kapasitas menyebabkan adanya daftar tunggu yang
cukup panjang, sehingga menimbulkan tantangan tersendiri dalam pemenuhan hak
pendidikan dan layanan kesehatan bagi ABK di daerah ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam
kepada orang tua peserta layanan, tenaga pendidik, serta staf PLDPI. Data dianalisis
menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi
tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada lima dimensi kualitas pelayanan publik,
yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan),
access (aksesibilitas), dan empathy (empati), serta mengidentifikasi faktor
penghambat dalam pelaksanaan layanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di PLDPI Provinsi
Kalimantan Selatan telah berjalan dengan baik pada seluruh dimensi utama, dengan
fasilitas fisik yang bersih dan ramah anak, layanan yang konsisten dan profesional,
serta keterlibatan aktif orang tua dalam setiap tahap intervensi. Layanan konsultasi
medis umum dan spesialis diberikan secara gratis dan terintegrasi dengan program
terapi dan pendidikan transisi, sehingga anak mendapatkan penanganan yang
komprehensif. Namun, penelitian ini juga menemukan kendala berupa keterbatasan
sumber daya manusia dan sarana prasarana, yang menyebabkan antrean layanan
cukup panjang dan menurunkan optimalisasi pelayanan individual. Oleh karena itu,
disarankan peningkatan jumlah dan kompetensi Sumber Daya Manusia serta
penambahan fasilitas pendukung agar pelayanan intervensi dapat berjalan lebih
efektif dan merata di masa mendatang.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI