DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN DINAS PEMUDA OLAHRAGA DAN PARIWISATA DALAM PEMNBINAAN ATLET CABOR DAYUNG DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN | |
| PENGARANG | : | ANDRIANNOR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-21 |
Pembinaan atlet adalah tanggung jawab pemerintah, termasuk di daerah melalui lembaga seperti dinas. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, hal ini dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Cabang olahraga dayung seharusnya menjadi unggulan karena sesuai dengan budaya dan kondisi wilayah, namun prestasinya justru menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dinas tersebut dalam membina atlet pelajar dayung serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori peran Soerjono Soekanto. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta lokasi latihan olahraga dayung di Kecamatan Daha Selatan dan Daha Utara. Informan penelitian meliputi pejabat bidang kepemudaan dan olahraga, pelatih, atlet, serta warga pemerhati olahraga dayung. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahap pengumpulan, penyajian, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan berperan dalam pembinaan atlet dayung pelajar, ditunjukkan oleh kemajuan positif berkat dukungan fasilitas dan pelatih. Namun, tantangan berupa keterbatasan sarana, birokrasi pendanaan, dan minimnya teknologi masih dihadapi. Faktor geografis dan budaya lokal turut mendorong minat masyarakat, meski terbentur keterbatasan anggaran, dana, tenaga profesional, dan motivasi atlet. Keberlanjutan pembinaan memerlukan strategi komprehensif melalui peningkatan fasilitas, pengelolaan SDM, dan pemanfaatan teknologi.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara optimal dan mempercepat pencairannya untuk mendukung pembinaan atlet dayung, termasuk pembangunan fasilitas dan regenerasi atlet. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata diharapkan meningkatkan kualitas pelatihan melalui penyediaan sarana yang memadai, penggunaan teknologi, serta pelibatan tenaga profesional. Sementara itu, atlet dan pelatih perlu memaksimalkan sumber daya yang ada, menerapkan pendekatan psikologis, dan aktif dalam kompetisi luar daerah guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan prestasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI