DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pelatihan Vokasional Membuat Kain Sasirangan Pada Anak Dengan Hambatan Pendengaran Di Rumah Disabilitas Borneo
PENGARANG:AMANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-21


Amanah. 2110127120014. 2025. Pelatihan Vokasional Membuat Kain Sasirangan pada Anak dengan Hambatan Pendengaran di Rumah Disabilitas Borneo. Dosen Pembimbing I: Mirnawati, M.Pd. Dosen Pembimbing II: Dewi Juwita Susanti, M.Pd

Kata Kunci: Pelatihan Vokasional, Kain Sasirangan, Hambatan Pendengaran,  Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi

Pelatihan keterampilan vokasional sangat penting bagi Anak dengan Hambatan Pendengaran sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesiapan hidup mereka. Rumah Disabilitas Borneo (RDB) menjadi tempat pelatihan membuat Kain Sasirangan yang dirancang untuk membekali anak dengan keterampilan berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan vokasional di RDB.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh dan mendeskripsikan secara sistematis mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan vokasioanal membuat Kain Sasirangan pada Anak dengan Hambatan Pendengaran di Rumah Disabilitas Borneo. Sumber data primer ada tiga yaitu pelatih, pengurus, dan Anak dengan Hambatan Pendengaran, sedangkan sumber data sekunder ada dua yaitu ketua yayasan dan orang tua Anak dengan Hambatan Pendengaran. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber.

Perencanaan pelatihan dilakukan tanpa kurikulum formal, tetapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak, dengan materi yang dibuat sederhana dan mudah dimengerti. Pelaksanaan dilakukan secara fleksibel melalui praktik langsung, melalui tahapan-tahapan mulai dari membuat pola, menjelujur, menyisit, pemberian warna hingga penjemuran serta dibantu dengan penggunaan bahasa isyarat. Evaluasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap proses dan hasil kegiatan, dan hasilnya menunjukkan bahwa anak mengalami peningkatan dalam keterampilan dalam membuat Kain Sasirangan, kepercayaan diri, serta kemandirian anak. Pengurus serta pelatih juga melakukan evaluasi terhadap pelatih serta pelatihan, agar bisa mengetahui efisiensi materi yang disampaikan pelatih hingga dampak pelatihan bagi anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI