DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengelolaan dan Pengembangan Eduwisata di Kebun Raya Banua Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:MARIA KRISTA ERVINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-22


Kebun Raya Banua merupakan salah satu kebun raya daerah seluas 100 hektar di Kota Banjarbaru yang dikelola oleh UPTD Kebun Raya Banua di bawah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak 2021 yang memberikan fleksibilitas keuangan dan SDM. Kebun Raya Banua memiliki koleksi lebih dari 6.152 spesimen tumbuhan, termasuk 2.100 spesimen tanaman obat dan 900 spesimen anggrek, dengan tema utama konservasi tumbuhan berkhasiat obat Kalimantan. Prestasinya sebagai kebun raya terbaik kedua nasional pada Kebun Raya Award 2023 menunjukkan keberhasilan transformasi lahan tambang menjadi pusat konservasi, edukasi, dan wisata yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Kebun Raya Banua saat ini dan menyusun rencana pengembangan Kebun Raya Banua sebagai destinasi eduwisata unggulan di Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola, kuesioner pengunjung, serta studi literatur. Analisis pengembangan eduwisata dilakukan menggunakan metode ADO-ODTWA (Analisis Daerah Operasi – Objek dan Daya Tarik Wisata Alam) yang dimodifikasi yang dikembangkan oleh Ditjen PHKA tahun 2003, dengan enam kriteria utama yaitu, daya tarik, keamanan, aksesibilitas, pengelolaan, pemasaran, dan sarana-prasarana penunjang. Hasil penilaian menunjukkan skor total 2.575 dari maksimal 2.910, dengan tingkat kelayakan 88% yang masuk kategori tinggi, menandakan Kebun Raya Banua sangat layak dikembangkan sebagai destinasi eduwisata terutama eduwisata berbasis konservasi tumbuhan obat Kalimantan. Hasil analisis ADO-ODTWA yang dimodifikasi menunjukkan keunggulan Kebun Raya Banua pada aspek aksesibilitas dan sarana-prasarana yang mencapai skor sempurna (100%), diikuti oleh pengelolaan (94%), daya tarik (87%), pemasaran (83%), dan keamanan (77%). Keunggulan aksesibilitas didukung oleh lokasi strategis, infrastruktur jalan yang memadai, serta jarak yang dekat dari pusat Kota Banjarbaru dan Bandara Syamsuddin Noor. Fasilitas penunjang seperti visitor center, embung botani, dan jalur pedestrian telah memenuhi standar untuk mendukung aktivitas eduwisata berkelanjutan. Pengelolaan yang baik tercermin dari efektivitas transformasi BLUD dan manajemen profesional, sementara daya tarik KRB didukung oleh keunikan koleksi tumbuhan terutama tumbuhan endemik dan tumbuhan obat, keindahan alam, serta berbagai fasilitas edukasi dan rekreasi. Pemasaran yang cukup efektif namun masih dapat ditingkatkan, terutama melalui promosi digital dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Keamanan yang sudah baik iv namun masih perlu ditingkatkan, terutama dalam sistem tanggap darurat dan protokol keselamatan pengunjung. Rencana pengembangan eduwisata di Kebun Raya Banua diarahkan pada program eduwisata umum dan program eduwisata spesifik tumbuhan obat. Program eduwisata umum meliputi penjelajahan zona tematik flora dan fauna, kelas konservasi dan penanaman, birdwatching dan safari foto, pameran dan festival flora-fauna, program edukasi digital dan virtual tour, serta konservasi partisipatif seperti adopsi pohon. Program ini dirancang untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan meningkatkan literasi lingkungan masyarakat. Sementara itu, program eduwisata spesifik tumbuhan obat menitikberatkan pada konservasi dan koleksi tumbuhan obat melalui inventarisasi, pembibitan di rumah kaca, serta penguatan pusat penelitian tumbuhan obat dan bank plasma nutfah. Selain itu, mengembangkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait tumbuhan obat dan agro-eduwisata herbal dengan paket wisata panen-olah-beli produk herbal UMKM yang melibatkan masyarakat lokal. Implementasi rencana pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat peran Kebun Raya Banua sebagai destinasi eduwisata unggulan berbasis konservasi tumbuhan obat Kalimantan. Pengembangan SDM riset, fasilitas interaktif, pemasaran digital terpadu, serta perluasan kemitraan riset industri menjadi prioritas utama untuk mengoptimalkan kontribusi Kebun Raya Banua terhadap pelestarian biodiversitas, pendidikan, ekonomi lokal, dan reputasi pariwisata berkelanjutan Kalimantan Selatan. Dengan demikian, Kebun Raya Banua tidak hanya menjadi model kebun raya daerah yang berkelanjutan, tetapi juga inspirasi bagi pengembangan serupa di seluruh Indonesia. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI