DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MANAJEMEN KEMITRAAN DI LEMBAGA PAUD (Studi Multi Situs TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah dan TK Negeri Pembina Banjarmasin Timur) | |
| PENGARANG | : | MUSTIKA NUR OKTAVIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-22 |
Oktaviani, Mustika Nur. 2025 Manajemen Kemitraan di Lembaga PAUD (Studi Multi Situs TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah dan TK Negeri Pembina Banjarmasin Timur).Tesis Program Magister Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D. dan (2) Prof. Drs. Rustam Effendi, M.Pd., Ph.D.
Kata Kunci: Manajemen Kemitraan, PAUD, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Komunikasi, Budaya Kolaborasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen kemitraan di lembaga PAUD melalui studi multi situs pada TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah dan TK Negeri Pembina Banjarmasin Timur. Penelitian ini mengkaji manajemen kemitraan di lembaga PAUD melalui tiga fokus utama: (1) kepemimpinan kepala PAUD dalam mengelola program kemitraan, (2) komunikasi kepala PAUD dalam menjalin kemitraan, dan (3) strategi kepala PAUD dalam membangun budaya kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi multi situs. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala PAUD di TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah dan TK Negeri Pembina Banjarmasin Timur memiliki kepemimpinan yang kolaboratif, partisipatif, dan komunikatif dalam merancang serta mengimplementasikan program kemitraan. Visi dan misi lembaga dijadikan landasan dalam setiap kegiatan kemitraan, yang disusun secara demokratis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dari segi komunikasi, kepala PAUD membangun komunikasi dua arah yang terbuka, adaptif, dan berkelanjutan melalui berbagai saluran, baik formal maupun informal. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan dan partisipasi aktif dari orang tua dan mitra eksternal, serta mempererat sinergi dalam mendukung program-program sekolah. Sementara itu, strategi membangun budaya kolaborasi dilakukan dengan menciptakan suasana inklusif, menjalin kemitraan yang saling percaya, dan memperluas jejaring kerja sama dengan lembaga eksternal. Strategi ini berhasil menumbuhkan rasa memiliki, meningkatkan keterlibatan semua pihak, serta menciptakan budaya kolaboratif yang berkelanjutan demi mendukung mutu layanan pendidikan anak usia dini secara holistik.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen kemitraan di lembaga PAUD sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, komunikasi yang harmonis, serta budaya kolaboratif yang terstruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik manajemen kemitraan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI