DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Explicit Instruction, dan Praktek Langsung dengan Media PANTASI Pada Kelompok A TK Insan Kamil Banjarmasin
PENGARANG:SAFITRI RAHAYU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-25


Rahayu, Safitri. 2025. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus

Menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Explicit

Instruction, dan Praktek Langsung Dengan Media PANTASI Pada

Kelompok A TK Insan Kamil Banjarmasin. Skripsi Program S1

Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing

Dr. Noorhapizah, ST., M.Pd.

Kata Kunci :Motorik halus, pbl, ei, praktek langsung, dan media PANTASI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kurang berkembangnya

kemampuan motorik halus pada anak, yang disebabkan oleh rendahnya

kemandirian, kurangnya fokus, kecenderungan mengganggu teman, dan

ketergantungan pada bantuan guru. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan

kombinasi model problem based learning, explicit instruction, dan praktik langsung

dengan media PANTASI. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru,

aktivitas anak, serta menganalisis perkembangan kemampuan motorik halus anak.

Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan

pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan.

Subjek penelitian berjumlah 9 anak, terdiri dari 5 laki-laki dan 4 perempuan. Teknik

pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian

terhadap kemampuan koordinasi mata dan tangan anak.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas

guru, dari kategori “cukup” hingga “sangat baik”. Aktivitas anak juga meningkat

dari 11% menjadi 89% pada kategori “sangat aktif”. Selain itu, 89% anak mencapai

kriteria “berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik” dalam aspek

motorik halus.

Kesimpulannya, kombinasi model pembelajaran ini efektif meningkatkan

kemampuan koordinasi mata tangan dan keterlibatan anak. Disarankan agar model

ini diuji efektivitasnya pada jenjang kelompok B atau dalam pengembangan

kemampuan motorik kasar anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI