DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MODEL SAFEGUARD MASYARAKAT DAYAK NGAJU DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
PENGARANG:ISE AFITAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-29


Ise Afitah, 2240511320057. Model Safeguard Masyarakat Dayak Ngaju Dalam Menghadapi BencanaKebakaran Hutan dan Lahan. Ketua Komisi Pembimbing: Prof.Dr.Ir.GustiMuhammadHatta,M.S., Anggota Komisi Pembimbing 1: Dr.Ir.Hafizianor,S.Hut.,M.P., IPU, Anggota Komisi Pembimbing 2: Dr. Ir. Ahmad Jauhari, M.P., IPU.

 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana ekologis yang berulang di Kalimantan Tengah dan berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, serta keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak Ngaju. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model safeguard adaptif yang berakar pada kearifan lokal guna memperkuat kapasitas komunitas dalam menghadapi risiko karhutla. Fokus penelitian mencakup: (1) identifikasi kawasan rawan kebakaran, (2) analisis kemampuan safeguard masyarakat, (3) perumusan strategi adaptif berbasis SWOT, dan (4) perancangan model safeguard berbasis nilai budaya dan teknologi spasial.

Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed-method). Teknik kuantitatif meliputi analisis spasial menggunakan citra satelit Landsat 8 untuk menghitung indeks NDVI, NDMI, LST, serta analisis jarak Euclidean dari permukiman dan jalan. Teknik kualitatif dilakukan melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) mencakup sketsa desa, kalender musim, diagram Venn kelembagaan, serta pemetaan partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara mendalam, serta penyebaran kuesioner safeguard kepada 260 responden masyarakat Dayak Ngaju. Instrumen kuantitatif menggunakan skala safeguard berdasarkan prinsip The Care Act 2014 yang terdiri dari enam indikator: empowerment, prevention, proportionality, protection, partnership, dan accountability. Validitas diuji melalui validasi ahli dan uji korelasi item-total, sementara reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha (α = 0,920). Teknik analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif statistik, sedangkan strategi safeguard dirumuskan dengan analisis SWOT menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Integrasi hasil analisis spasial dan sosial digunakan untuk menyusun model safeguard masyarakat

Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 20% wilayah Desa Tumbang Nusa tergolong dalam kategori kerawanan tinggi hingga sangat tinggi terhadap kebakaran. Kemampuan safeguard masyarakat berada pada kategori sedang, dengan kekuatan utama pada indikator empowerment dan partnership. Analisis SWOT menghasilkan empat strategi utama: integrasi teknologi dan kearifan lokal (SO), penguatan regenerasi pengetahuan (WO), perlindungan berbasis kelembagaan adat (ST), serta kemitraan lintas sektor (WT). Konsep model safeguard dikonstruksikan melalui simbol dan sistem nilai masyarakat Dayak Ngaju, seperti Batang Garing, Belom Bahadat, Hakam Buah, Hakam buah-buah, Pali, Manyanggar, Mamapas Lewu, dan Manyalamat Petak Danum, yang merepresentasikan struktur perlindungan ekologis, spiritual, sosial, dan hukum adat secara holistik, serta sebagai alternatif strategi kebijakan lingkungan hidup yang menjunjung pendekatan ekologi sosial dan nilai-nilai budaya lokal. Model safeguard berbasis kearifan lokal dan teknologi yang dikembangkan dalam penelitian ini menekankan integrasi empat elemen utama, yaitu: (1) kearifan lokal sebagai sistem pengendalian sosial dan ekologis; (2) prinsip-prinsip kemampuan safeguard masyarakat yang mencerminkan kekuatan sosial dalam menghadapi bencana; (3) kelembagaan lokal yang mencerminkan kerja sama antara tokoh adat dan pemerintah desa; serta (4) teknologi geospasial dan edukasi untuk meningkatkan pemahaman risiko dan deteksi dini. Keberhasilan model ini diperkuat oleh mekanisme insentif untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan disinsentif untuk mencegah tindakan merusak. Pendekatan ini memadukan cara tradisional dan modern secara selaras, melibatkan berbagai pihak, serta menjunjung tinggi pengetahuan dan budaya lokal dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan secara efektif.

 

Kata kunci: Safeguard; Kearifan Lokal; Kebakaran Hutan dan Lahan; Masyarakat Adat Dayak Ngaju; Pendekatan Geospasial

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI