DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN GERAKAN OTOT HALUS TANGAN MENGGUNAKAN MODEL KOMBINASI PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION, DAN PRAKTEK LANGSUNG DENGAN TEKNIK 3M PADA KELOMPOK A PAUD IT AL-IHSAN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ALDA ARTI SEKARINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-29 |
ABSTRAK Sekarini, Alda, Arti. 2025. Mengembangkan Gerakan Otot Halus Tangan Menggunakan Model Kombinasi Project Based Learning, Direct Instruction, dan Praktek Langsung Dengan Teknik 3 M Pada Kelompok A PAUD IT AL-IHSAN. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Noorhapizah, ST., M.Pd. Kata Kunci: Gerakan Otot Halus Tangan, Project Based Learning, Direct Instruction, dan Praktek Langsung. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai Gerakan otot halus tangan pada kelompok A yang disebabkan karena kurangnya kegiatan yang menstimulus kemampuan dalam menggunting, melipat, dan menempel guru biasanya hanya menggunakan lembar kerja anak (LKA) saat pembelajaran berlangsung sehingga pembelajaran kurang optimal dan membosankan. Upaya pemecahan masalah Gerakan otot halus tangan menggunakan model kombinasi PjBL, Direct Instruction, dan Praktek Langsung dengan Teknik 3 M. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil perkembangan Gerakan otot halus tangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 16 anak, terdiri 9 perempuan dan 7 laki-laki. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian terhadap gerakan otot halus tangan. Indikator keberhasilan berdasarkan pencapaian kriteria “Sangat Baik” untuk aktivitas guru di skor 26-32, untuk aktivitas anak minimal presentase 63-81% kategori “Aktif”, serta perkembangan motorik halus anak harus mencapai minimal skor 9-10 kategori “Berkembang Sesuai Harapan”. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas guru, dari kategori “Cukup” hingga “Sangat Baik”. Aktivitas anak juga meningkat dari “0%” menjadi “100%” pada kategori sangat aktif. Selain itu, “75%” anak mencapai kriteria “Berkembang Sangat Baik dan Berkembang Sesuai Harapan” dalam aspek motorik halus. Kesimpulannya, model kombinasi PjBL, Direct Instruction, dan Praktek langsung dengan Teknik 3 m ini sangat efektif meningkatkan kemampuan Gerakan otot halus tangan. Disarankan agar model ini selalu digunakan hingga jenjang kelompok B atau dalam pengembangan kemampuan motorik kasar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI