DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN EKSPOR BELUT SAWAH (Monopterus albus) DI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:HENDERA FAKHRUDDIN NOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-31


ABSTRAK

Hendera Fakhruddin Noor. 2025. Analisis Strategi Pengembangan Ekspor Belut Sawah (Monopterus albus) di Kalimantan Selatan. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. EMMY LILIMANTIK, S.Pi., M.P. dan (2) Dr. ERMA AGUSLIANI, S.Pi., M.P.

 

Katakunci : Belut, Ekspor, Ekonomi, Strategi

 

Belut merupakan ikan air tawar yang belum sepenuhnya dieksplorasi secara optimal dalam pengembangan sektor perikanan nasional. Ekspor belut Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Data Ekspor Belut dari Perusahaan CV Tiga A Banjarmasin yang merupakan perusahanan yang paling sering dan konsisten mengekspor belut.Diperlukan strategi komprehensif mulai dari pengelolaan habitat rawa, pembinaan kelompok nelayan, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan teknologi budidaya belut yang efisien. Penelitian bertujuan mengidentifikasi gambaran pasar ekspor belut di Kalimantan Selatan dan menyusun strategi pengembangan usaha ekspor belut di Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan mencakup wilayah penghasil penangkapan belut (Hulu Sungai Utara), pengumpul atau supplayer dan eksportir (CV. Tiga A Kabuapten Banjar). Analisis data di lakukan dengan metode SWOT menganalisis strategi pengembangan usaha ekspor belut di Kalimantan Selatan. Analisis deskriftif untuk menganalisis gambaran pasar ekspor belut dan analisis SWOT untuk menganalisis strategi pengembangan usaha ekspor belut. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Hulu Sungai Utara di Kalimantan Selatan merupakan wilayah penghasil belut terbesar karena memiliki habitat alami berupa rawa yang cocok untuk belut, terutama jenis belut sawah. Belut ekspor memiliki ciri fisik seperti tubuh silindris, tidak bersisik, warna coklat gelap hingga kehitaman, serta mampu bernapas melalui kulit, dan harus dalam kondisi hidup, sehat, serta tanpa cacat saat diekspor. Belut hasil tangkapan alam ini disukai pasar ekspor, khususnya Tiongkok, karena dianggap lebih gurih dan alami. Distribusinya melibatkan empat lembaga utama: penangkap, pengumpul, supplier, dan eksportir, dengan CV. Tiga A sebagai satu-satunya eksportir aktif ke Cina. Keberhasilan ekspor sangat bergantung pada koordinasi antar instansi pemerintah dalam pemenuhan izin, standar teknis, aspek kesehatan, dan dokumen ekspor. Harga belut di sepanjang rantai pasok fluktuatif karena faktor musim, lingkungan, biaya logistik, standar ekspor, dan nilai tukar. Berdasarkan analisis SWOT, CV. Tiga A berada pada Kuadran I (S-O), yang mencerminkan kekuatan internal dan peluang eksternal besar. Strategi yang dapat diterapkan mencakup pemanfaatan legalitas usaha dan fasilitas lengkap, jaringan distribusi kuat, hubungan baik dengan pembeli luar negeri, serta pengalaman ekspor, yang dikombinasikan dengan peningkatan kapasitas logistik, permintaan pasar yang tinggi, dan diversifikasi tujuan ekspor untuk memperkuat daya saing dan menjamin keberlanjutan usaha ekspor belut.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI