DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, MODEL DIRECT INSTRUCTION DAN MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK B TK ISLAM BAKTI 1 BANJARMASIN
PENGARANG:ERVINA YUWINDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-31


ABSTRAK

Yuwinda, Ervina. 2025. Mengembangkan Aktivitas dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Model Project Based Learning, Model Direct Instruction dan Media Bahan Alam Pada Kelompok B TK Islam Bakti 1 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D.

Kata Kunci: Motorik Halus, Menggunting dan Menempel, Project Based Learning, Direct Instruction, Media Bahan Alam.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan motorik halus anak pada kelompok B dalam kegiatan menggunting dan menempel. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan kegiatan yang menarik dan kurang bervariasi serta kurangnya latihan pada anak ketika memegang gunting dan menempel sesuai dengan pola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting dan menempel.

Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B TK Islam Bakti 1 Banjarmasin yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan penilaian pada kegiatan menggunting dan menempel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis serta cross tabulasi yang dijabarkan dengan tabel, grafik, interpretasi melalui persentase dan disajikan dengan indikator keberhasilan perkembangan yang ditetapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapatkan skor 32 kategori “Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapatkan skor 37 kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 25% kategori “Kurang Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 94% kategori “Sangat Aktif”. (3) Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan 1 mendapat persentase 25% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 94% anak berhasil berkembang kategori “Berkembang Sangat Baik”.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, Direct Instruction dan Media Bahan Alam dapat mengembangkan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan motorik halus. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan penelitian berikutnya dapat menjadi bahan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI