DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | M. NOR ERFANSYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-27 |
ABSTRAK
M. Nor Erfansyah, 2110411310051, Implementasi Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS Di Kota Banjarmasin. Dibawah bimbingan Dewi Purboningsih
Masyarakat Indonesia pada masa sekarang ini banyak yang menghadapi permasalahan tentang kesehatan, salah satu ancaman kesehatan tersebut adalah penyebaran penyakit HIV/AIDS. HIV/AIDS merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual akibat Perilaku Hubungan Seksual (PHS) yang beresiko. Pemerintah kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan kota Banjarmasin melakukakn penanggulangan kasus HIV/AIDS dengan melakukan promosi kesehatan, pencegahan penularan, dan penanganan kasus. Dengan tujuan penelitian mengetahui bagaimana implementasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di kota Banjarmasin dan faktor penghambat dalam implementasi tersebut.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Dinas Kesehatan kota Banjarmasin, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Borneo Plus, dan masyarakat, observasi lapanga dilakukan selama 3 bulan, serta analisis dokumen terkait dan dokumentasi hasil penelitian. Model implementasi yang digunakan adalah teori George C. Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di kota Banjarmasin sudah dijalankan dengan cukup baik oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan LSM mitra. Mereka menyediakan layanan promosi, pencegahan, pengobatan, hingga dukungan pemulihan. Namun masih kurang optimal pada aspek komunikasi dan sumber daya. Pada aspek komunikasi masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang cara penyebaran virus HIV/AIDS ini dan masih banyak stigma negatif masyarakat terhadap ODHA. Dari segi sumber daya khususnya pada fasilitas layanan dan finansial dalam melakukakn kegiatan penanggulangan kasus ini masih kurang optimal.
Saran yang bisa peneliti berikan untuk instansi yang terkait dalam penanggulangan kasus HIV/AIDS di kota Banjarmasin, khususnya pada DINKES kota Banjarmasin dengan meningkatkan fasilitas layanan ODHA ataupun kelompok beresiko, dengan cara memperhatikan ketersedian obat-obatan, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi stigma yang berlebihan terhadap ODHA.
Kata Kunci: Penanggulangan, HIV/AIDS, DINKES
ABSTRACT
M. Nor Erfansyah, 2110411310051, Implementation of HIV/AIDS Prevention Policy in Banjarmasin City. Under the guidance of Dewi Purboningsih
Many Indonesians today face health challenges, one of which is the spread of HIV/AIDS. HIV/AIDS is a sexually transmitted disease (STD) caused by risky sexual behavior. The Banjarmasin City Government, through the Banjarmasin City Health Office, is addressing HIV/AIDS cases by promoting health, preventing transmission, and handling cases. The aim of this study was to determine the implementation of HIV/AIDS prevention policies in Banjarmasin City and the factors inhibiting their implementation.
The research approach used in this study is a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with the Banjarmasin City Health Office, the Non-Governmental Organization (NGO) Borneo Plus, and the community. Field observations were conducted over a three-month period, as well as analysis of related documents and research findings. The implementation model used is George C. Edward III's theory, which covers aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure.
The research results show that the implementation of HIV/AIDS prevention policies in Banjarmasin City has been quite successful by the Health Office, Community Health Centers (Puskesmas), and partner NGOs. They provide promotion, prevention, treatment, and recovery support services. However, communication and resources remain suboptimal. Many people remain unaware of how HIV/AIDS is transmitted, and negative stigma persists toward people living with HIV/AIDS (PLWHA). Resources, particularly in service facilities and finances, are still suboptimal in carrying out case management activities.
Suggestions that researchers can provide to agencies involved in handling HIV/AIDS cases in Banjarmasin city, especially the Banjarmasin City Health Office, are to improve service facilities for PLWHA or at-risk groups, by paying attention to the availability of medicines, and continuing to conduct outreach to the community to reduce excessive stigma against PLWHA.
Keywords: Prevention, HIV/AIDS, Health Office
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI