DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION, DAN MEDIA MAGIC LEARN BOX PADA KELOMPOK A DI TK SUN SHINE BANJARMASIN UTARA
PENGARANG:NIA FRANSISKA AGUSTIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-31


Nia Fransiska Agustin. 2025. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Menggunakan Model Project Based Learning, Direct Instruction, dan Media Magic Learn Box pada Kelompok A di TK Sun Shine Banjarmasin Utara. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Tika Puspita Widya Rini, M.Pd.

Kata Kunci: Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instruction, Magic Learn Box

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan kemampuan motorik halus anak. Hal ini terjadi karena kurangnya variasi dalam model pembelajaran dan media yang digunakan, serta terbatasnya aktivitas yang melibatkan koordinasi tangan dan mata anak. Anak mengalami kesulitan dalam kegiatan seperti menggunting, meronce, dan memegang alat tulis dengan benar. Upaya yang dilakukan peneliti untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menerapkan Model Project Based Learning, Metode Direct Instruction, dan Media Magic Learn Box.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan peningkatan kemampuan motorik halus anak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Sun Shine Banjarmasin Utara berjumlah 11 anak. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru, aktivitas anak, dan capaian perkembangan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru terus meningkat hingga mencapai kategori “Sangat Baik” pada pertemuan terakhir. Aktivitas anak dalam kegiatan juga meningkat hingga mencapai kategori “Seluruh Anak Aktif”. Capaian perkembangan motorik halus anak menunjukkan hasil yang optimal, dari kategori “Mulai Berkembang” pada pertemuan awal menjadi “Berkembang Sangat Baik” pada pertemuan akhir. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media Magic Learn Box dengan model Project Based Learning dan metode Direct Instruction efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media Magic Learn Box melalui model project based learning dan Direct Instruction dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan Perkembangan motorik halus anak. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI