DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KREATIVITAS, DAN ASPEK MOTORIK HALUS DALAM MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN MODEL PANDAI PLAY PADA ANAK KELOMPOK B2 TK ADHYAKSA XIV BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SALSABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-01 |
Salsabila, 2025. Mengembangkan Aktivitas, Kreativitas, dan Aspek Motorik Halus Dalam Meniru Bentuk Menggunakan Model Pandai Play Pada Anak Kelompok B2 TK Adhyaksa XIV Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Pembimbing: Celia Cinantya, S.Kom., M.Pd.
Kata Kunci: Aktivitas Anak, Kreativitas, Aspek Motorik Halus, Model Pandai Play
Permasalahan dalam penelitian ini adalah redahnya aktivitas anak, kreativitas dan aspek motorik halus dalam meniru bentuk. Penyebab dari adanya permasalahan ini disebabkan karena pembelajaran bersifat satu arah, pembelajaran monoton, pembelajaran bersifat abstrak, kurangnya kegiatan menstimulasi motorik halus. Solusi yang diberikan yaitu melalui model Pandai Play. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, kreativitas serta hasil aspek motorik halus dalam meniru bentuk.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B2 TK Adhyaksa XIV Banjarmasin dengan jumlah sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dijabarkan dengan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila memperoleh skor 26-28 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak secara klasikal ≥80% “Hampir seluruh anak aktif”. Kreativitas anak secara klasikal dengan persentase ≥80% “Hampir seluruh anak kreatif”. Dan hasil perkembangan secara klasikal ≥80% anak berhasil Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 16, pertemuan II mendapat skor 20, pertemuan III mendapat skor 26, dan pertemuan IV mendapat skor 27. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 27%, pertemuan II memperoleh persentase 47%, pertemuan III memperoleh persentase 67%, dan pertemuan IV memperoleh persentase 100%. Kreativitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 27%, pertemuan II memperoleh persentase 53%, pertemuan III memperoleh persentase 80%, dan pertemuan IV memperoleh persentase 100%. Hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan I memperoleh persentase 33%, pertemuan II memperoleh persentase 40%, pertemuan III memperoleh persentase 67%, dan pertemuan IV memperoleh persentase 93%.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model Pandai Play dapat meningkatkan aktivitas, kreativitas dan hasil perkembangan motorik halus dalam meniru bentuk sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Disarankan bagi guru dapat dijadikan referensi dalam memilih model dan media pembelajaran. Bagi kepala sekolah dapat dijadikan bahan untuk membina guru-guru dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian tindakan kelas serta dapat diterapkan guna kepentingan pendidikan anak usia dini khususnya pengembangan aspek motorik halus.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI