DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, EFIKASI DIRI, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF GURU SMP NEGERI DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:AFIFAH RAHMANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-01


ABSTRAK

 

 

Rahmani, Afifah. 2025. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Efikasi Diri, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Perilaku Kerja Inovatif Guru SMP Negeri di Kota Banjarbaru. Program Magister Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing I : Aslamiah. Pembimbing II : Ngadimun.

 

Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional, Efikasi Diri, Organizational Citizenship Behavior (OCB), Perilaku Kerja Inovatif

 

Perilaku kerja inovatif guru penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru dituntut untuk menciptakan dan menerapkan ide-ide baru dalam proses pembelajaran.Inovasi ini mencakup eksplorasi ide, pengembangan solusi, promosi gagasan, hingga implementasi nyata di kelas. Namun, tingkat inovasi guru di Indonesia masih tergolong rendah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan efikasi diri guru terhadap perilaku kerja inovatif guru, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi Organizational Citizenship Behavior (OCB).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional menggunakan model analisis jalur (path analysis) untuk menganalisis pengaruh antar variabel. Populasi penelitian ini sebanyak 488 guru dari 14 SMPN di Kota Banjarbaru dan diambil 220 responden sebagai sampel penelitian menggunakan rumus Slovin dengan teknik Proportionate Random Sampling. Penggunaan data menggunakan instrumen kuesioner dan analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat, uji asumsi klasik dan analisis jalur (path analysis).

Hasil analisis path mengenai pengaruh  kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif guru didapatkan koefisien jalur sebesar 0,143 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,028. Pengaruh efikasi diri terhadap perilaku kerja inovatif guru didapatkan koefisien jalur sebesar 0,274 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Pengaruh organizational citizenship behavior terhadap perilaku kerja inovatif guru didapatkan koefisien jalur sebesar 0,179 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,007. Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap organizational citizenship behavior didapatkan koefisien jalur sebesar 0,272 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Pengaruh efikasi diri terhadap organizational citizenship behavior didapatkan koefisien jalur sebesar 0,214 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah  terhadap perilaku kerja inovatif guru dengan mediasi organizational citizenship behavior didapatkan koefisien jalur sebesar 0,049 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,026. Pengaruh efikasi diri terhadap perilaku kerja inovatif guru dengan mediasi organizational citizenship behavior didapatkan koefisien jalur sebesar 0,038 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,041

Kesimpulan penelitian ini adalah deskripsi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, efikasi diri, organizational citizenship behavior (OCB), dan perilaku kerja inovatif guru SMP Negeri di Kota Banjarbaru termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh secara langsung dari variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, efikasi diri, dan OCB terhadap perilaku kerja inovatif guru SMPN di Kota Banjarbaru, terdapat pengaruh langsung kepemimpinan  transformasional kepala sekolah dan efikasi diri guru terhadap OCB serta  terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan efikasi diri guru terhadap perilaku kerja inovatif melalui organizational citizenship behavior (OCB) .

Saran agar kepala sekolah  terus mempertahankan kepemimpinan transformasional yang telah terbukti efektif dalam mendukung perilaku kerja inovatif guru , untuk mengembangkan program mentoring yang lebih intensif guna memperkuat efikasi diri guru dan guru juga perlu memperkuat kemampuan perjuangan ide dengan membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas, baik dengan sesama guru maupun stakeholder pendidikan lainnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI