DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA KERTAS KOKORU PADA KELOMPOK B DI TK NEGERI 1 ALALAK | |
| PENGARANG | : | MITA ANDINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-01 |
ABSTRAK
Andini, Mita. 2025. “Mengembangkan Motorik Halus Anak dalam Meniru Bentuk Menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Kertas Kokoru pada Kelompok B di TK Negeri 1 Alalak” Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini FKIP ULM Banjarmasin. Pembimbing Dr. Novitawati, S.Psi, M.Pd
Kata Kunci : Motorik Halus, Project Based Learning, Metode Demonstrasi, Kertas Kokoru
Masalah yang dihadapi guru anak kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak adalah rendahnya kemampuan motorik halus anak motorik halus anak dalam meniru bentuk. Hal ini disebabkan pada pembelajaran yang disajikan cenderung monoton terfokus pada kegiatan menulis, membaca dan berhitung, sehingga mengabaikan kegiatan pengembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Solusinya yaitu menggunakan model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Kertas Kokoru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak dan menganalisis peningkatan kemampuan motorik halus anak.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak yang berjumlah 17 anak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif menggunakan table dan grafik. Indikator keberhasilan yaitu aktivitas guru mencapai “Sangat Baik”. Aktivitas anak mencapai “Sangat Aktif” serta hasil perkembangan aspek motorik halus anak secara klasikal “Seluruh Anak Berkembang Sangat Baik”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas guru pada pertemuan 1 kriteria “cukup baik”, pertemuan 2 kriteria “baik”, pertemuan 3 kriteria “sangat baik”, dan pertemuan 4 kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak pertemuan 1 (29%) kriteria “seluruh anak tidak aktif, pertemuan 2 (53%) kriteria “Sebagian anak aktif”, pertemuan 3 (76%) kriteria “aktif” dan pertemuan 4 (94%) dan hasil perkembangan motorik halus anak pertemuan 1 (18%), pertemuan 2 (47%), pertemuan 3 (76%) dan pertemuan 4 (94%) anak berhasil berkembang dengan kriteria “ Berkembang Sesuai Harapan” (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB).
Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Kertas Kokoru berhasil meningkatkan kualitas aktivitas guru, berhasil meningkatkan aktivitas anak dan berhasil meningkatkan aspek motorik halus anak. Disarankan penggunaan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Kertas Kokoru sebagai referensi pembelajaran yang efektif guna mewujudkan hasil perkembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk lebih baik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI