DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MANAJEMEN IMPLEMENTASI MODEL KOMUNITAS BELAJAR RAMAH GURU: STUDI MULTI SITUS DI SMAN 1 KARANG INTAN DAN SMAN 2 MARTAPURA KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:MURDJOKO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-03


Murdjoko.       2025.  Manajemen Implementasi Model Komunitas Belajar Ramah Guru: Studi Multi Situs Di SMAN 1 Karang Intan dan SMAN 2 Martapura Kabupaten Banjar. Program Magister Administrasi Pendiidkan, Program Pascasarjana, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: (1) Wahyu (2) Saleh

 

Kata Kunci:  manajemen pendidikan, komunitas belajar, kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, kemitraan sekolah

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pengembangan model Komunitas Belajar Ramah Guru melalui kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, serta bentuk kemitraan yang terjalin di SMAN 1 Karang Intan dan SMAN 2 Martapura Kabupaten Banjar. Fokus utama penelitian ini mencakup: (1) kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola komunitas belajar; (2) pemberdayaan dan persepsi guru terhadap komunitas belajar serta pengaruhnya terhadap perubahan perilaku mengajar dan profesionalisme; dan (3) bentuk kemitraan yang mendukung pengembangan komunitas belajar.

Komunitas Belajar Ramah Guru merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan kolaborasi, refleksi bersama, dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan dalam suasana yang mendukung dan tidak menghakimi. Model ini dilaksanakan melalui siklus kegiatan refleksi, perencanaan, implementasi, dan evaluasi, dengan melibatkan guru dalam kelompok rumpun mata pelajaran untuk berbagi praktik baik dan menyelesaikan tantangan pembelajaran secara kolektif.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, ketua komunitas belajar, koordinator rumpun mata pelajaran, dan tenaga kependidikan di kedua sekolah. Data dianalisis secara interaktif melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran penting sebagai pemimpin pembelajaran dalam mendesain, memfasilitasi, dan mengevaluasi kegiatan komunitas belajar. Pemberdayaan yang dilakukan berdampak pada meningkatnya partisipasi guru, perubahan perilaku mengajar yang lebih reflektif, serta tumbuhnya profesionalisme. Kemitraan internal maupun eksternal turut memperkuat kolaborasi dan budaya belajar yang positif. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu dan koordinasi lintas peran masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut, seperti keterbatasan waktu, konsistensi observasi sejawat, dan koordinasi antarpihak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI