DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMOSTRASI DAN MEDIA KOTAK PINTAR (KOPIN) PADA ANAK KELOMPOK B DI TK ISLAM KHADIJAH PLUS BANJARMASIN
PENGARANG:MUNAWARAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-04


Munawarah. 2025. Mengembangkan Kemampuan Kerja Sama Anak Menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demostrasi Dan Media Kotak Pintar (Kopin) pada Anak Kelompok B Di Tk Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Tika Puspita Widya Rini, M.Pd.,

Kata Kunci : Kerja Sama, Project Based Learning, Demostrasi, Kopin (Kotak Pintar).

     Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kerja sama anak. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang diberikan oleh guru kurang bervariatif dan guru sering memberikan kegiatan yang dilakukan oleh anak secara individu, yaitu dengan cara memberikan anak lembar kerja yang harus diselesaikan sendiri. Guru jarang memberikan kegiatan yang memicu anak untuk melakukan kegiatan berkelompok atau bekerja sama sehingga anak menjadi cepat bosan dan kurang berinteraksi dengan teman-temannya. Upaya pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demostrasi dan Media Kopin (Kotak Pintar). Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis kemampuan kerja sama anak.

     Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah kelompok B TK Islam Khadijah Plus sebanyak 24 anak. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil kemampuan kerja sama anak. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.

     Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapatkan skor 26 dengan kategori “Sangat Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapatkan skor 28 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak secara klasikal pada pertemuan 1 mendapatkan persentase 62,5% dengan kategori “Sebagian Besar Anak Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan 3 mendapat persentase 87,50% dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Pada hasil kemampuan kerja sama anak pada pertemuan 1 mendapatkan persentase 58,3% dengan kategori “Mulai Berkembang” dan mengalami peningkatan hingga pertemuan 3 mendapat persentase 83,30% dengan kategori “Berkembang Sangat Baik”.

     Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media kopin melalui model project based learning dan metode demostrasi dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan kemampuan kerja sama anak. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI