DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI MASYARAKAT TRANSMIGRAN DALAM PELESTARIAN SENI TARI TOPENG IRENG DI DESA DANDAJAYA KECAMATAN RANTAU BADAUH KABUPATEN BARITO KUALA
PENGARANG:RAHMILA YANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-04


ABSTRAK


Rahmila Yanti. 2021. Strategi Masyarakat Transmigran Dalam Pelestarian Seni Tari Topeng Ireng Di Desa Dandajaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Skripsi, Program Studi
Pendidikan Seni Pertujukan, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas LambungMangkurat Banjarmasin, Pembimbing Dr. Tutung Nurdiyana,
S.Sos., M.A., M.P.d.


Kata Kunci: Strategi, Transmigrasi, Pelestarian, Tari Topeng Ireng.

 

Skripsi ini membahas tentang Strategi Masyarakat TransmigranDalam Pelestarian Seni Tari Topeng Ireng Di Desa Dandajaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Strategi merupakan proses tindakan perencana yang telah dibuat untuk mencapai suatu tujuan, strategi pelestarian tari tradisional adalah salah satu tindakan yang sangat penting dalam melestarikan tari tradisional, sedangkan Pelestarian adalah sebuah upaya yang berdasar, dan dasar ini disebut juga faktor-faktor yang mendukung baik itu dari dalam maupun dari luar hal yang dilestarikan. DesaDandajaya yang merupakan masyarakat transmigran dari pulau Jawa menjadi objek penelitian saat ini memiliki sanggar yang mewadahi masyarakat Dandajaya dalam berkesenian di desa mereka, sehingga membuat peneliti tertarik untuk mengetahui segala macam usaha pelestarian tari Topeng Ireng. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi masyarakat Desa Dandajaya dalam melestarikan seni tari Topeng Ireng serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam upayapelestarian seni tari Topeng Ireng tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.

 

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi yang dilakukanmasyarakat transmigrasi Dandajaya dalam melestarikan tarian Topeng Ireng dengan cara mendirikan sanggar yang perlahan dapat menampung para warga dan generasi muda untuk dapat berkreasi dan menekuni kesenian
asal kampung halaman mereka, serta melaksanakan pertunjukan tunggal tari Topeng Ireng desa Dandajaya dan menerima tawaran atau undangan desa luar untuk menampilkan tari topeng ireng diberbagai hajatan, sehingga transformasi keilmuan seni tari asal daerah mereka dapat diwariskan dan dikembangkan oleh generasi selanjutnya. Selain transformasi keilmuan seni tari, sedikit mengaransemen musik pengiring tari topeng ireng menjadi lebihmodern seperti memasukan irama dangdut dan lain-lain juga menjadi salah satu strategi yang dilakukan agar penikmat tari topeng ireng merasa kesenian tersebut mampu beradaptasi dalam perkembangan modern tanpa mengubah dan merusak dasar tarian topeng ireng itu sendiri

 

 

ABSTRACT

 

 

Rahmila Yanti. 2021. The Strategy of Transmigrant Communities in Preserving the Topeng Ireng Dance Art in Dandajaya Village, Rantau Badauh Subdistrict, Barito Kuala Regency. Undergraduate Thesis, Performing Arts Education Study Program, Department of Language and Arts Education, Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin. Supervisor: Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd.

 

Keywords: Strategy, Transmigration, Preservation, Topeng Ireng Dance.

 

This thesis discusses the strategy of transmigrant communities in preserving the Topeng Ireng dance art in Dandajaya Village, Rantau Badauh Subdistrict, Barito Kuala Regency. A strategy is a planned course of action designed to achieve a particular goal. The strategy for preserving traditional dance is a crucial measure in maintaining traditional arts. Preservation itself is a deliberate effort based on supporting factors, both internal and external, that contribute to the continuity of what is being preserved. Dandajaya Village, inhabited by transmigrants from Java Island, currently has a dance studio that facilitates the community’s engagement with the arts in their village. This inspired the researcher to explore the various preservation efforts related to the Topeng Ireng dance. The aim of this study is to identify the strategies employed by the people of Dandajaya Village in preserving the Topeng Ireng dance art, as well as the supporting and inhibiting factors in these preservation efforts. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative approach. The data collection techniques employed in this study include observation, interviews, and documentation.

 

The results of this study conclude that the strategy implemented by the transmigrant community of Dandajaya in preserving the Topeng Ireng dance includes establishing a dance studio that gradually accommodates residents and younger generations to express and cultivate the traditional art from their place of origin. They also organize solo Topeng Ireng dance performances in Dandajaya Village and accept invitations from other villages to perform at various events. This allows the transmission and development of traditional dance knowledge to the next generation. In addition to the transmission of dance knowledge, one strategy involves slightly modernizing the accompanying music-such as incorporating dangdut rhythms and other elements—to make the Topeng Ireng dance more appealing to contemporary audiences while preserving the essence and authenticity of the original dance.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI