DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, EXPLICIT INSTRUCTION, MAKE A MATCH KELOMPOK A1 TK NEGERI PEMBINA BANJARMASIN UTARA | |
| PENGARANG | : | AIDA APRILIA IZZATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-04 |
Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah bahwa perkembangan motorik halus anak pada kelompok A1 dalam kegiatan menjiplak bentuk masih berada pada tingkat yang rendah. Hal ini terjadi karena minimnya aktivitas yang mendorong anak untuk menjiplak bentuk, dan metode pengajaran yang diterapkan guru cenderung satu arah, sehingga menyebabkan anak tidak aktif dan kurang antusias dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh guru, kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak, serta menganalisis pencapaian perkembangan motorik halus anak dalam aktivitas menjiplak bentuk.
Pendekatan dalam penelitian ini memanfaatkan pendalaman kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dan dilakukan pada anak-anak kelompok A1 di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara yang terdiri dari 13 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan penilaian terhadap aspek motorik halus anak dalam kegiatan menjiplak bentuk. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan pencapaian kriteria “sangat baik” untuk aktivitas guru, di mana anak minimal harus 87% aktif, serta perkembangan motorik halus anak harus mencapai minimal 82% pada kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru pada pertemuan pertama mendapatkan skor 18 yang termasuk dalam kategori “Cukup”, dan terus mengalami peningkatan hingga pertemuan keempat dengan skor 26 dalam kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak pada pertemuan pertama mencapai persentase 35% dalam kategori “Sebagian Kecil Anak Aktif”, dan terus bertambah hingga pertemuan keempat yang mencapai persentase 94% dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Selain itu, capaian perkembangan kognitif anak pada pertemuan pertama mencapai persentase 22%, dan terus meningkat hingga pertemuan keempat dengan persentase 89% anak yang berhasil berkembang dalam kategori “Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik”.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning, Explicit Instruction, dan Make A Match dengan menggunakan media Matching Cards menunjukkan peningkatan dalam aktivitas guru, aktivitas anak, serta hasil perkembangan motorik halus anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI