DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN “NYERI PUNGGUNG BAWAH” PADA PETANI KARET DESA LUMBANG, MUARA UYA
PENGARANG:MUHAMMAD SYARIF
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-04


 

Muhammad Syarif

 

 

 

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada petani karet akibat faktor kerja yang bersifat repetitif dan postur tubuh yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara masa kerja, indeks massa tubuh (IMT), dan postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada petani karet di Desa Lumbang, Muara Uya. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 58 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (p = 0,004; OR = 16,154), yang berarti petani dengan masa kerja >5 tahun memiliki risiko 16,154 kali lebih besar mengalami nyeri punggung bawah. Indeks massa tubuh (IMT) juga berhubungan signifikan dengan nyeri punggung bawah (p = 0,002; OR = 5,914), menunjukkan bahwa IMT tidak normal meningkatkan risiko nyeri hampir 6 kali lipat. Selain itu, postur kerja yang bermasalah menjadi faktor risiko paling dominan dengan nilai OR = 18,765 (p = 0,001), artinya petani dengan postur kerja tidak ergonomis berisiko 18,765 kali lebih besar mengalami keluhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masa kerja panjang, IMT tidak normal, dan postur kerja yang buruk merupakan faktor risiko signifikan terhadap nyeri punggung bawah. Intervensi ergonomi, edukasi pola makan sehat, dan pengaturan kerja menjadi strategi penting dalam pencegahan gangguan muskuloskeletal pada petani karet.

 

 

Kata kunci: Nyeri Punggung Bawah, Petani Karet, Muskuloskeletal

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI