DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS BELAJAR, KREATIVITAS, DAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK A1 DI TK PUTRA II BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NUR AMALINA ARIFAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-04 |
ABSTRAK
Arifah Nur Amalina, 2025. Mengembangkan Aktivitas Belajar, Kreativitas, dan Motorik Halus Anak Menggunakan Model Project Based Learning dengan Metode Demonstrasi Pada Kelompok A1 di TK Putra II Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D.
Kata Kunci: Aktivitas, Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Demonstrasi, Media Kain Flanel.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas anak dalam proses kegiatan pembelajaran, rendahnya kreativitas anak dalam kegiatan pembelajaran dan rendahnya kemampuan keterampilan motorik halus anak dalam mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata yang rumit. Hal ini disebabkan kurangnya kegiatan menarik yang menstimulasi kemampuan motorik halus dan penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, kreativitas dan menganalisis hasil perkembangan keterampilan motorik halus anak.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian Penelitian Tindak Kelas, dilaksanakan dengan 4 pertemuan. Setting penelitian ini adalah anak kelompok A1 TK Putra II Banjarmasin dengan jumlah anak 20 orang anak. Data diperoleh dari lembar hasil observasi aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas dan hasil capaian perkembangan keterampilan motorik halus anak.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 19, pertemuan II mendapat skor 21, pertemuan III mendapat skor 27, dan pertemuan IV mendapat skor 28. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 42%, pertemuan II memperoleh persentase 47%, pertemuan III memperoleh persentase 69%, dan pertemuan IV memperoleh 84%. Kreativitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 35%, pertemuan II memperoleh persentase 55%, pertemuan III memperoleh persentase 65%, dan pertemuan IV memperoleh 89%. Hasil perkembangan keterampilan motorik halus pada pertemuan I memperoleh persentase 44%, pertemuan II memperoleh persentase 65%, pertemuan III memperoleh persentase 73%, dan pertemuan IV memperoleh 89%.
Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa Model Project Based Learning dan Metode Demonstrasi dan Metode Pemberian Tugas dapat meningkatkan hasil belajar anak. Pada aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik dan aktivitas anak mencapai kriteria sangat aktif kreativitas anak mencapai skor sangat kreatif serta perkembangan keterampilan motorik halus anak mencapai Berkembang sangat baik. Diharapkan bagi kepala guru,kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salasatu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI