DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, PEMECAHAN MASALAH DAN KERJASAMA MATERI PERSAMAAN SEDERHANA MENGGUNAKAN MODEL SABUMI PADA SISWA KELAS V SDN TERANTANG 2 KAB. BARITO KUALA
PENGARANG:DINA IRSALINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-05


ABSTRAK

Irsalina, Dina. 2025. Meningkatkan Aktivitas, Pemecahan Masalah, dan Kerjasama Materi Persamaan Sederhana Menggunakan Model SABUMI pada Siswa Kelas V SDN Terantang 2 Kab. Barito Kuala. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd. 

 

Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Kerjasama, Model SABUMI.

 

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas siswa, kemampuan pemecahan masalah, dan keterampilan kerjasama. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat abstrak, pasif, dan kurangnya penggunaan model pembelajaran yang variatif. Jika tidak teratasi akan berdampak pada hasil belajar yang rendah. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model SABUMI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan kerjasama, serta hasil belajar siswa.

 

Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Terantang 2 yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 4 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan kerjasama, serta tes tertulis untuk mengukur hasil belajar secara kelompok dan individu. 

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 38 dengan kriteria "baik" dan meningkat pada pertemuan 4 menjadi skor 48 dengan kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa meningkat dari 60% dengan kriteria "cukup aktif" menjadi 90% dengan kriteria "sangat aktif". Kemampuan pemecahan masalah meningkat dari 60% dengan kriteria "cukup terampil" menjadi 90% dengan kriteria "sangat terampil". Keterampilan kerjasama juga meningkat dari 30% dengan kriteria "cukup terampil" menjadi 90% dengan kriteria "sangat terampil". Peningkatan ini berdampak pada hasil belajar siswa yang awalnya 50% menjadi 100% sehingga mencapai ketuntasan klasikal sebesar 80%.

 

Kesimpulan yang diperoleh saat proses pembelajaran pada materi persamaan sederhana menggunakan model SABUMI dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan kerjasama, dan hasil belajar siswa. Disarankan pembelajaran pada materi persamaan sederhana menggunakan model SABUMI sebagai alternatif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI