DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PBL, GI, DAN MAM PADA SISWA KELAS V SDN KUIN CERUCUK 5 BANJARMASIN
PENGARANG:FARIDAH HAYATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-05


Hayati, Faridah. 2025. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis danKomunikasi Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Menggunakan Model PBL, GI, dan MAM pada Siswa Kelas V SDN Kuin Cerucuk 5 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.Pembimbing: Tika Puspita Widya Rini, M.Pd.

Kata Kunci: Aktivitas, Bepikir Kritis, Komunikasi, Hasil Belajar

            Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa dalam muatan Pendidikan Pancasila. Hal tersebut disebabkan kurangnya terlibat aktif siswa dalam proses pembelajaran karena belum berpusat pada siswa, lingkungan belajar kurang mendukung komunikasi aktif, fokus pembelajaran lebih pada hafalan daripada pengembangan keterampilan, kurangnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menerapkan model Problem Based Learning, Group Investigation, dan Make a Match. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, menganalisis keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa.

            Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kuin Cerucuk 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2024/2025 dengan jumlah siswa sebanyak 16 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan komunikasi Data kuantitatif untuk hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok maupun individu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kemudian dituangkan melalui tabel dan grafik.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 terlaksana dengan baik sesuai langkah-langkah dari skor 27 hingga 32. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 50% hingga 94% dengan kriteria sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 50% hingga 94% dengan kriteria sangat terampil. Keterampilan komunikasi pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 56% hingga 94% dengan kriteria sangat terampil. Sehingga mempengaruhi meningkatnya hasil belajar siswa aspek kognitif pertemuan 1 sampai 4 dari 56% hingga 94%, aspek afektif pertemuan 1 sampai 4 dari 47% hingga 88%, dan aspek psikomotorik dari pertemuan 1 sampai 4 dari 47% hingga 81%.

            Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning, Group Investigation, dan Make a Match dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa. Disarankan dalam penggunaan model Problem Based Learning, Group Investigation, dan Make a Match dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI