DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER WASAKA PADA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL BATUAH TERINTEGRASI STEAM PADA SISWA KELAS IV SDN BERANGAS TIMUR 1
PENGARANG:RAHAYU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-05


Rahayu (2025). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter WASAKA Siswa Pada Muatan IPAS Menggunakan Model BATUAH Terintegrasi STEAM Pada Siswa Kelas IV SDN Berangas Timur 1.Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Muhsinah Annisa, S.Si., M.Pd.

 

Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Karakter WASAKA, Model BATUAH, STEAM

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemampuan berpikir kritis, karakter WASAKA, dan has?l belajar IPAS pada siswa kelas IV SDN Berangas Timur 1. Permasalahan ini disebabkan oleh pembelajaran masih didominasi metode satu arah, pembelajaran belum sepenuhnya mendorong kemampuan berpikir kritis siswa, kurangyna penanaman karakter WASAKA (kerja keras) dalam proses pembelajaran, dan kurangnya implementasi teknologi dalam pembelajaran. Solusi pemecahan masalah pada penelitian ini adalah menggunakan model BATUAH terintegrasi STEAM. Tujuan pada penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, kemampuan berpikir kritis, karakter WASAKA, dan hasil belajar siswa menggunakan model BATUAH terintegrasi STEAM.

 

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. (PTK) yang dilaksanakan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Berangas Timur 1 yang berjumlah 25 orang siswa pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Aktivitas guru, aktivitas siswa, dan karakter WASAKA diperoleh melalui lembar observasi. Kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu. Analisis data yang disajikan yaitu berupa deskripsi, tabel, dan grafik.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru terlaksana hingga mencapai skor 59 dengan kriteria sangat baik, aktivitas siswa terlaksana hingga mencapai persentase 96% dengan kriteria sangat aktif, kemampuan berpikir kritis siswa mencapai persentase 96% dengan kriteria sangat kritis, hasil belajar kognitif siswa mencapai persentase 96% dengan kriteria tuntas, hasil belajar afektif mencapai persentase 100% dengan kriteria sudah membudaya, dan hasil belajar psikomotorik mencapai persentase 100% dengan kriteria sangat baik.

 

Berdasarkan has?l tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model BATUAH terintegrasi STEAM dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan berpikir kitis, karakter WASAKA, dan hasil belajar siswa.

 

 

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI