DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS, KERJA SAMA DAN BERPIKIR KRITIS PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PULSE SISWA KELAS 3 SDN SUNGAI MIAI 8 | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD IKHSAN SAPUTRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-05 |
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya aktivitas, keterampilan kerja sama antar siswa, keterampilan berpikir kritis dan rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Pancasila. Penyebabnya adalah pembelajaran yang kurang berfokus pada siswa, pembelajaran yang kurang menekankan pada keterampilan kerja sama dan keterampilan berpikir kritis siswa sehingga berpengaruh pada hasil belajar. Dampak yang ditimbulkan yaitu rendahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran rendahnya keterampilan kerja sama siswa, rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dan rendahnya hasil belajar siswa. Solusi untuk permasalahan ini adalah pembelajaran menggunakan model PULSE. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan kerja sama, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Sungai Miai 8 tahun pelajaran 2024/2025, dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan kerja sama. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu yaitu tes keterampilan berpikir kritis dan tes evaluasi. Analisis data yang digunakan kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat skor 32 meningkat pada pertemuan 4 menjadi 40. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 mendapat persentase 55,5% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 94,4%. Keterampilan kerja sama siswa pada pertemuan 1 mendapat persentase 33,3% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 94,4%. Keterampilan berpikir kritis siswa pada pertemuan 1 mendapat persentase 22,2% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 94,4%. Hasil belajar pada pertemuan 1 mendapat persentase 66,6% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 94,4%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model PULSE dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan kerja sama antar siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Adapun saran bagi guru, siswa, kepala sekolah,danpenelitilainsebagairujukanuntuk menggunakan model tersebut sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan kerja sama antar siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI