DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI MEMBANDINGKAN TEKS MENGGUNAKAN MODEL BATUAH DI KELAS IV SDN BERANGAS BARAT 1
PENGARANG:NOVI RAMADHANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-05


Permasalahan pada penelitian ini yaitu rendahnya keterampilan membaca pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Keterampilan membaca pemahaman sangat penting, karena hal ini berkaitan dengan kemampuan siswa untuk memahami dan menganalisis informasi yang terdapat dalam teks bacaan. Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga menjadi perhatian utama. Siswa sering kali tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi atau membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang mereka baca. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini mengusulkan penerapan model pembelajaran BATUAH. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Penelitian ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 13 siswa kelas IV SDN Berangas Barat 1, yang terdiri dari 5 laki-laki dan 8 perempuan, pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, serta keterampilan membaca pemahaman dan berpikir kritis siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif kualitatif, yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari pertemuan 1 hingga pertemuan 3 dengan kriteria "sangat baik". Aktivitas siswa juga meningkat, dari 61% (cukup aktif) pada pertemuan 1 menjadi 84% (sangat aktif) pada pertemuan 3. Keterampilan membaca pemahaman siswa meningkat dari 58% menjadi 84%, Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 61% (kurang terampil) menjadi 82% (sangat terampil) selama periode yang sama. Peningkatan ini berdampak positif pada hasil belajar siswa, yang meningkat dari 54% pada pertemuan 1 menjadi 84% pada pertemuan 3.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model BATUAH efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa, keterampilan membaca pemahaman,dan  berpikir kritis, serta hasil belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan kepada kepala sekolah, guru, dan peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan penggunaan model pembelajaran inovatif ini sebagai alternatif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI