DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, CITIZENSHIP, DAN KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MODEL BATIK PADA MUATAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA KELAS 5 SDN MURUNG SARI 4
PENGARANG:MUHAMMAD FAUZAN LAVIONDA ARSYAD
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-05


ABSTRAK

Arsyad, Muhammad Fauzan Lavionda (2025). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Citizenship, dan Komunikasi Menggunakan Model BATIK pada Muatan Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas V SDN Murung Sari 4. Skripsi Program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Akhmad Riandy Agusta, M.Pd.

 

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Citizenship, Komunikasi, Model BATIK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, citizenship, komunikasi, serta hasil belajar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN Murung Sari 4. Penyebabnya adalah metode pembelajaran yang monoton, kurang variatif, minim interaksi, dan suasana kelas yang kurang mendukung partisipasi aktif siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan model pembelajaran BATIK, yaitu kombinasi dari Problem-Based Learning (PBL), Two stay two stray (TSTS), dan Talking stick.

Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas V SDN Murung Sari 4 pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes keterampilan berpikir kritis, citizenship, komunikasi, serta hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BATIK dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, keterampilan berpikir kritis, citizenship, komunikasi, serta hasil belajar siswa secara signifikan di setiap pertemuan. Aktivitas guru meningkat dari kategori “cukup baik” menjadi “sangat baik”, aktivitas siswa dari “kurang aktif” menjadi “sangat aktif”, dan keterampilan berpikir kritis, citizenship, serta komunikasi siswa mencapai kategori “baik” hingga “sangat baik”. Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan dari pertemuan ke pertemuan.

Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa model BATIK efektif diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, citizenship, komunikasi, serta hasil belajar siswa. Model ini direkomendasikan untuk digunakan guru sebagai alternatif model pembelajaran inovatif yang dapat mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI